Sebuah rumah milik figur publik Anisa Rahma di Kota Bandung, Jawa Barat, hangus terbakar pada Kamis, 30 April 2026. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh penggunaan lilin pengusir serangga yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan oleh penghuni rumah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung mengungkapkan bahwa api mulai menyebar setelah penggunaan lilin yang berlangsung terus-menerus. Informasi ini dilansir dari Suara berdasarkan keterangan resmi dari otoritas terkait yang menangani musibah di kediaman mantan personel grup vokal tersebut.
Pihak berwenang melalui unggahan di akun Instagram resmi bdg.siaga113 menyampaikan rincian mengenai penyebab awal munculnya api. Tim identifikasi lapangan menemukan indikasi kuat bahwa sumber panas berasal dari alat pengusir hama tradisional tersebut.
"Peristiwa kebakaran ini diduga dipicu oleh lilin," bunyi keterangan yang diunggah ke Instagram resmi bdg.siaga113.
Petugas menjelaskan lebih lanjut bahwa pemilik rumah telah mengaktifkan alat tersebut dalam durasi yang cukup lama sebelum insiden terjadi. Kelalaian dalam mematikan sumber api menjadi faktor utama penyebab kerugian material pada bangunan tersebut.
"(Lilin tersebut) lupa dimatikan dikarenakan selama dua hari terakhir menyalakan lilin untuk mengusir lalat," lanjutan keterangan resmi tersebut.
Insiden ini memicu anjuran bagi masyarakat untuk beralih ke metode pengusiran serangga yang lebih aman guna menghindari risiko kebakaran di area pemukiman. Beberapa alternatif non-api yang dapat digunakan meliputi pemanfaatan tanaman alami seperti kemangi, lavender, dan marigold yang memiliki aroma tidak disukai lalat.
Selain tanaman, penggunaan perangkap cair dari campuran cuka dan sabun cuci piring dinilai lebih minim risiko dibandingkan penggunaan lilin. Masyarakat juga dapat memanfaatkan bantuan ekosistem alami seperti tanaman karnivora Venus flytrap atau memasang kertas lem lalat dan perangkap cahaya lampu elektrik.
Apabila populasi lalat sudah terlalu banyak, penggunaan insektisida berbasis piretrin dapat menjadi solusi akhir dengan tetap mengikuti petunjuk keamanan. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan benda yang memiliki potensi memicu api terbuka di dalam ruangan.