Sebuah musibah kebakaran menghanguskan kediaman mantan personel grup vokal Cherrybelle, Anisa Rahma, yang dipicu oleh jatuhnya lilin pengusir lalat di area dapur. Peristiwa ini memicu reaksi empati dari rekan sesama grupnya di tengah komentar negatif sebagian pengguna media sosial, sebagaimana dilansir dari Detik Hot pada Selasa (5/5/2026).
Cherly Juno mengungkapkan bahwa insiden bermula saat Anisa mencoba mengusir kerumunan lalat yang muncul selama dua hari berturut-turut. Penggunaan lilin dapur yang semula dianggap sepele justru memicu api besar setelah terjatuh dari posisinya.
"Ada lalat yang ramai banget selama dua hari. Dia pasang lilin dapur, mungkin kena angin atau apa, lalu jatuh dan terbakar. Kita nggak pernah menyangka lilin sekecil itu bisa jadi musibah besar. Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua," tuturnya Cherly, Rekan Anisa Rahma.
Selain memberikan bantuan fisik, Cherly menyatakan kekecewaannya terhadap respons sejumlah warganet yang dianggap tidak memiliki empati terhadap musibah yang dialami figur publik. Penegasan diberikan bahwa status sosial sebagai artis tidak membuat seseorang kebal dari rasa duka akibat bencana.
"Aku sempat marah banget, kecewa. Ada yang bilang 'ngapain dibantu, dia kan artis'. Kayaknya musibah itu tidak memandang strata sosial. Artis juga manusia, punya rasa sakit hati, punya duka," ujar Cherly, Sahabat Anisa Rahma.
Cherly juga menyoroti pergeseran nilai kemanusiaan di dunia digital yang sering kali melupakan adat ketimuran dan rasa tenggang rasa antarsesama manusia saat tertimpa musibah.
"Kita ini orang Timur yang dibesarkan dengan rasa tenggang rasa. Jangan karena melihat sosok artis, dianggap mereka nggak butuh support. Jangan sampai digital yang luas ini malah menghilangkan rasa kemanusiaan kita," tambahnya Cherly, Eks Personel Cherrybelle.
Di tengah kerugian materiil, terdapat laporan mengenai sekitar 3.700 eksemplar Al-Qur'an milik Anisa yang ditemukan dalam kondisi selamat dari kobaran api. Teman-teman Anisa kini berinisiatif membantu memasarkan kitab suci tersebut melalui platform digital untuk mendukung pemulihan pascabencana.
"Sebenarnya itu barang yang mau dibagi-bagikan. Tapi karena kondisinya begini, kami bantu lewat social media agar followers ikut berpartisipasi membeli. Anisa sendiri sosok yang tegar, dia cuma minta didoain saja," jelas Cherly, Rekan Kerja.
Para mantan anggota Cherrybelle memutuskan untuk memberikan waktu bagi Anisa guna memulihkan kondisi emosionalnya sebelum melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian. Langkah ini diambil agar keluarga memiliki ruang untuk menata kembali perasaan mereka setelah kehilangan tempat tinggal.
"Kami ingin dia meregulasi perasaannya dulu, menata kembali dukanya. Nanti kalau sudah agak tenang, kami pasti ke sana untuk menguatkan. Yang penting sekarang, Anisa dan keluarga tabah," pungkasnya Cherly, Sahabat.