Festival Film Cannes tahun ini menjadi sorotan setelah para praktisi industri mengungkapkan potensi besar kecerdasan buatan atau AI dalam menekan biaya produksi dan mempercepat durasi pascaproduksi film secara signifikan.
Pemanfaatan teknologi ini diklaim mampu mengubah struktur finansial industri sinema global, sebagaimana dilansir dari Internasional. Salah satu efisiensi nyata terlihat pada proyek film layar lebar yang mengandalkan banyak efek visual teknis.
Sutradara asal Prancis, Xavier Gens, menjelaskan bahwa penggunaan AI yang lebih maju saat ini bisa memangkas biaya efek visual film Under Paris miliknya hingga setengah dari total anggaran semula.
"Seharusnya saya bisa menyelesaikannya dalam tiga bulan, bukan satu tahun," ujar Gens, Sutradara.
Gens memberikan rincian bahwa estimasi biaya pengerjaan efek visual tersebut dapat turun drastis dari angka 4 juta euro menjadi hanya sekitar 2 juta euro berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Analis dari Morgan Stanley turut mendukung temuan tersebut dengan menyebutkan bahwa AI generatif berpotensi menurunkan beban biaya produksi televisi dan film hingga 30 persen. Fokus penghematan ini menyasar pada pekerjaan teknis repetitif seperti penyuntingan gambar.
Meskipun teknologi ini mulai diterima, panitia Festival Cannes tetap memberikan batasan ketat dengan melarang film yang sepenuhnya dibuat oleh AI generatif untuk memperebutkan penghargaan tertinggi Palme d’Or.
"Untuk mengendarai sepeda listrik, Anda harus bisa mengendarai sepeda biasa," kata Thierry Frémaux, Direktur Festival.
Penegasan Frémaux tersebut menekankan bahwa teknologi merupakan alat bantu, sementara aspek penulisan skenario dan akting tetap harus menjadi domain kreativitas manusia seutuhnya.
Sutradara ternama Guillermo del Toro juga menyoroti pentingnya membedakan peran AI agar tidak terjadi kerancuan dalam perdebatan publik mengenai fungsinya di ruang kreatif.
CEO Respeecher, Alex Serdiuk, berpendapat bahwa penggunaan AI untuk meningkatkan performa manusia, seperti pada rekayasa suara, semestinya tidak lagi menjadi hal yang kontroversial di masa depan.
Di sisi lain, perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms, Alphabet Inc., NVIDIA, dan OpenAI mulai aktif mempresentasikan inovasi mereka di Cannes Film Market untuk mendukung ekosistem industri kreatif global.