Kelme Indonesia Jelaskan Penyebab Name Set Jersey Timnas Lepas

Kelme Indonesia Jelaskan Penyebab Name Set Jersey Timnas Lepas

CEO Kelme Sports Indonesia Kevin Wijaya memberikan klarifikasi terkait kendala kualitas jersey Tim Nasional Indonesia yang sempat menuai polemik saat turnamen FIFA Series pada Maret lalu. Perusahaan apparel tersebut baru menyampaikan penjelasan secara resmi pada Senin (4/5/2026) setelah menyelesaikan proses investigasi internal.

Investigasi dilakukan untuk memastikan apakah kesalahan berasal dari prosedur operasional standar, material, atau teknik penempelan nama punggung. Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan publik terkait lepasnya atribut pemain saat sedang bertanding, sebagaimana dilansir dari Bola.

"Mungkin banyak yang beranggapan, kok tidak langsung klarifikasi atau buka suara dari Kelme. Perlu diketahui, kami harus melakukan investigasi terlebih dahulu, apakah yang error itu SOP, bahan, atau cara pressing," ujar Kevin Wijaya, CEO Kelme Sports Indonesia.

Penyebab utama dari masalah kualitas pada produksi tahap pertama akhirnya teridentifikasi setelah pemeriksaan teknis dilakukan secara menyeluruh. Kevin menjelaskan bahwa perbedaan jenis mesin dalam proses pemanasan atribut nama menjadi pemicu utama terjadinya cacat produk tersebut.

"Material bahan sudah kami nyatakan aman, kualitas name set juga sudah sesuai standar internasional. Tetapi ada satu hal yang kami lewatkan, tidak setiap mesin pressing itu sama dan membutuhkan perlakuan berbeda. Ini yang kami miss, dan kami mohon maaf," tegas Kevin Wijaya, CEO Kelme Sports Indonesia.

Pihak produsen mengakui adanya kemungkinan kesalahan manusia pada salah satu blok produksi yang menggunakan perangkat mesin lebih ringkas. Kelme Indonesia kini tengah meninjau ulang standar prosedur kerja dengan melibatkan pakar untuk memastikan kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Jadi kemungkinan ada human error pada salah satu blok saat proses pressing. Mesin yang lebih portabel memiliki potensi error lebih besar," jelas Kevin Wijaya, CEO Kelme Sports Indonesia.

Dukungan dan kritik juga disampaikan oleh perwakilan Kolektor Jersey Timnas Indonesia (KJTI) yang hadir dalam sesi diskusi tersebut. Gerardo Gusti dari KJTI menekankan bahwa aspek utama yang harus diperhatikan oleh produsen adalah fungsionalitas jersey bagi para atlet.

"Sejauh ini belum ada pemain yang mengeluhkan jersey dari Kelme. Hanya saja sangat disayangkan kejadian name set yang lepas," ujar Gerardo Gusti, Perwakilan KJTI.

Sementara itu, Fahri Rauzi Idrus berpendapat bahwa persoalan estetika pakaian bersifat personal bagi setiap penggemar sepak bola. Ia menilai perbedaan pendapat mengenai desain merupakan hal yang lumrah dalam industri perlengkapan olahraga.

"Banyak yang mengeluhkan desain, seperti motif atau tidak adanya kerah. Menurut saya itu subjektif," kata Fahri Rauzi Idrus, Perwakilan KJTI.

Terkait harga jual yang tinggi pada kategori pemain, KJTI menyarankan para kolektor untuk memilih varian lain yang lebih ekonomis. Pihak Kelme juga menegaskan bahwa mereka menyediakan berbagai segmen harga untuk memenuhi kebutuhan suporter di berbagai kalangan.

"Kami sarankan untuk membeli versi supporter atau replika jika ingin harga lebih terjangkau," ujar Gerardo Gusti dan Fahri Rauzi Idrus, Perwakilan KJTI.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kelme Indonesia membuka saluran komunikasi bagi pelanggan yang memiliki masalah dengan produk asli melalui layanan konsumen daring. Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga standar kualitas produk demi kenyamanan para pemain dan pendukung Timnas Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi