Produsen apparel olahraga Kelme menugaskan tenaga ahli khusus guna mengawasi produksi jersey Timnas Indonesia setelah menerima gelombang kritik publik. Langkah ini diambil menyusul kerusakan atribut nama dan nomor punggung pemain pada pertandingan FIFA Series Maret lalu.
Dilansir dari Suara, evaluasi menyeluruh dilakukan untuk menjaga standar kualitas mulai dari pemilihan material kain hingga tahap penyelesaian akhir. Pengetatan prosedur ini dilakukan setelah ditemukan kerusakan nameset pemain Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny saat menghadapi Saint Kitts and Nevis.
CEO Kelme Sports Indonesia, Kevin Wijaya, menegaskan bahwa tenaga ahli tersebut akan memantau langsung aspek teknis di lapangan. Hal ini bertujuan agar setiap elemen yang menempel pada jersey memiliki daya tahan yang sesuai standar operasional perusahaan.
"Kami akan menghadirkan tenaga ahli untuk mendampingi proses pengepresan nama, nomor, dan logo jersey," ujar Kevin dalam Kelme Media Session di Jakarta, Rabu.
Penjelasan teknis diberikan untuk menjawab keraguan publik mengenai integritas produk yang digunakan para pemain tim nasional. Kevin mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada ketidakstabilan perangkat mesin yang digunakan saat volume produksi meningkat secara mendadak.
Investigasi internal menunjukkan bahwa meskipun suhu mesin diatur pada 160 derajat Celsius selama 15 detik, faktor kesalahan manusia dan kegagalan mesin tetap terjadi. Perbedaan kualitas terlihat signifikan antara jersey saat peluncuran perdana dengan hasil produksi massal untuk kebutuhan darurat tim.
Pihak produsen juga memastikan akan memperkuat sinergi dengan PSSI untuk memantau proses kontrol kualitas di masa mendatang. Perwakilan federasi diberikan akses untuk melakukan validasi produk sebelum jersey tersebut didistribusikan atau dikenakan oleh pemain dalam pertandingan resmi.