Kepanitiaan Persija Jakarta Imbau Suporter Tidak Nyalakan Flare

Kepanitiaan Persija Jakarta Imbau Suporter Tidak Nyalakan Flare

Kepanitiaan pertandingan Persija Jakarta meminta suporter setia mereka, The Jakmania, untuk menahan diri dari menyalakan flare. Imbauan ini dikeluarkan menjelang pertandingan terakhir musim ini demi menjaga kelancaran laga.

Langkah tegas tersebut diambil karena klub terancam sanksi finansial yang cukup besar. Persija Jakarta bisa dijatuhi denda hingga ratusan juta rupiah apabila penonton tetap nekat membakar suar di dalam stadion.

Kompetisi Super League 2025-2026 segera merampungkan seluruh rangkaian pertandingan. Jadwal pekan ke-34 atau laga penutup musim ini akan mempertemukan tim berjuluk Macan Kemayoran dengan lawan mereka.

Seperti dikutip dari Bola, Persija Jakarta bersiap menjamu Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta. Pertandingan sepak mula rencananya berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 16.00 WIB.

Pertemuan kedua tim sebenarnya tidak lagi memengaruhi posisi masing-masing pada tabel klasemen akhir. Hasil dari pertandingan pamungkas ini sudah tidak menentukan nasib kedua kesebelasan.

Persija Jakarta dipastikan mengunci peringkat ketiga setelah mengumpulkan total 68 poin. Tambahan tiga angka penuh dari laga kontra Kabau Sirah tidak akan menggeser tim asuhan Mauricio Souza dari posisi saat ini.

Borneo FC yang berada di urutan kedua sudah tidak terkejar karena mengantongi 76 poin. Di sisi lain, posisi Macan Kemayoran juga aman dari kejaran Persebaya Surabaya karena selisih poin yang terlampau jauh.

Sementara itu, Semen Padang dipastikan turun kasta dari kompetisi tertinggi. Tim tersebut akan terdegradasi ke Championship untuk musim depan bersama dengan PSBS Biak.

Laga kandang terakhir ini diprediksi tetap menarik minat penonton sebagai momen perpisahan musim yang berkesan bagi The Jakmania. Suporter dikabarkan berencana menggelar selebrasi khusus setelah peluit panjang berbunyi.

Rencana pesta flare pascapertandingan tersebut kabarnya meniru aksi serupa yang sebelumnya dilakukan oleh pendukung Persik Kediri dan PSS Sleman. Namun, rencana ini langsung direspons oleh manajemen klub.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, meneruskan pesan dari pihak manajemen. Dirinya menegaskan bahwa suporter dilarang keras menyalakan alat penerangan tersebut.

"Begini, saya bagian dari kepanitiaan, jadi harus taat pada regulasi," kata Bung Ferry kepada awak media.

"Saya tidak mungkin mengeluarkan pernyataan yang memperbolehkan pesta flare," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bung Ferry tersebut memahami bahwa atraksi suar memberikan keindahan visual tersendiri bagi para pendukung di stadion. Dirinya mengaku sempat menyaksikan langsung fenomena tersebut di Kediri.

"Sebagai suporter, jujur saya juga pernah menikmati atmosfer seperti itu. Waktu di Kediri, saya menonton sebagai penonton biasa dan suasananya memang menarik," ujar Bung Ferry.

"Awalnya sempat kaget kena petasan, tapi saat flare dinyalakan memang indah dilihat."

"Tapi bedanya, di Kediri flare dinyalakan setelah pertandingan selesai dan pemain sudah meninggalkan lapangan. Beda dengan di Bali yang flare dinyalakan saat pertandingan masih berlangsung," katanya.

Ancaman Sanksi Komite Disiplin PSSI

Bung Ferry tetap meminta The Jakmania menghormati aturan kompetisi yang berlaku. Kepatuhan suporter sangat diperlukan agar tidak memberikan beban kerugian materiil bagi klub kesayangan mereka.

Satu buah suar yang menyala di area stadion sudah cukup untuk memicu sanksi dari otoritas disiplin. Komite Disiplin PSSI menerapkan denda uang yang nilainya terus meningkat secara bertahap.

Besaran denda finansial yang mengancam klub dinilai sangat memberatkan keuangan manajemen. Nilai hukuman tersebut bergerak mulai dari belasan juta hingga mencapai ratusan juta rupiah.

"Sekali lagi, regulasinya tetap ada. Saya juga sudah koordinasi dengan Liga. Kata mereka satu flare saja dendanya Rp10 juta dan kalau jumlahnya banyak bisa sampai Rp250 juta," kata pria 61 tahun.

"Makanya saya tetap tidak menganjurkan anak-anak melakukan pesta flare," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi