Pertandingan Serie A antara Torino melawan Juventus di Stadio Olimpico Grande Torino ditunda selama satu jam lebih pada Minggu, 24 Mei 2026, setelah terjadi bentrokan hebat antar-kelompok suporter di luar stadion sebelum sepak mula.
Kekacauan tersebut menyebabkan seorang pendukung Juventus berusia 45 tahun mengalami cedera kepala parah akibat hantaman benda tumpul yang diduga botol kaca, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Molinette dalam kondisi kritis untuk menjalani operasi.
Pihak kepolisian melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa di area antara piazzale San Gabriele di Gorizia dan via Filadelfia setelah para suporter melempar batu, botol, serta obor, yang juga mengakibatkan empat petugas polisi terluka dan beberapa perusuh ditangkap.
Insiden ini memicu ketegangan di dalam stadion ketika kelompok ultras Juventus mengosongkan tribun tamu untuk berkumpul di antistadio, bahkan meminta para pemain Bianconeri agar menolak bertanding sebagai bentuk solidaritas atas korban yang terluka.
Kapten Juventus, Manuel Locatelli, sempat mendatangi sektor suporter untuk berdiskusi langsung mengenai situasi keamanan sebelum seluruh tim kembali ke ruang ganti.
Lega Serie A tetap memberikan izin untuk memulai empat pertandingan pekan terakhir lainnya yang berlangsung serentak demi asas keadilan, sementara laga derbi Turin ini akhirnya baru bisa dimulai pada pukul 21.50 waktu setempat setelah situasi mereda.
Dalam laga krusial ini, pelatih Juventus Luciano Spalletti menurunkan Mattia Perin sebagai penjaga gawang utama untuk menggantikan Di Gregorio yang melakukan kesalahan pada laga sebelumnya melawan Fiorentina.
Juventus juga dipastikan tampil tanpa diperkuat pemain muda Kenan Yildiz yang harus absen selama dua hingga tiga pekan akibat cedera betis serius, meski ia diproyeksikan tetap fit untuk membela tim nasional Turki di Piala Dunia mendatang.
Bagi Juventus, kemenangan dalam Derby della Mole ini menjadi harga mati demi menjaga peluang lolos ke Champions League, dengan catatan hasil tersebut juga bergantung pada kegagalan AC Milan, AS Roma, atau Como dalam meraih poin penuh di laga pamungkas mereka.
Di sisi lain, pendukung Torino berharap tim asuhan Roberto D'Aversa bisa memenangkan laga untuk memutus rekor buruk tidak pernah menang dalam derbi Turin sejak terakhir kali meraihnya pada 26 April 2015.
"Rapporto con Comolli? Voglio partecipare alla creazione della Juve futura" kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh sang pelatih di tengah tekanan besar yang dihadapi klub untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa demi stabilitas finansial musim depan.
"Mai pensato di dimettermi. E non ho chiesto di parlare con nessuno" ujar Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.