Kevin de Bruyne Mengaku Senang Setelah Antonio Conte Pergi dari Napoli

Kevin de Bruyne Mengaku Senang Setelah Antonio Conte Pergi dari Napoli

Hubungan kerja sama antara Kevin de Bruyne dan Antonio Conte di Napoli resmi berakhir. Gelandang asal Belgia tersebut secara terbuka menyatakan rasa senangnya setelah Conte memutuskan hengkang dari kursi kepelatihan Partenopei.

Seperti dilansir dari Detik Sport, De Bruyne merasa kecewa dengan sistem permainan yang diterapkan oleh juru taktik asal Italia tersebut selama berada di Naples.

Mantan pemain Manchester City ini merapat ke Napoli pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Namun, musim pertamanya tidak berjalan mulus akibat cedera yang membekapnya.

De Bruyne tercatat hanya tampil sebanyak 21 kali di semua ajang. Dari seluruh penampilannya, ia mengemas lima gol dan menyumbang empat assist.

Prestasi Napoli sepanjang musim 2025/2026 juga tergolong minim. Klub ini gagal meraih trofi utama dan hanya mampu membawa pulang gelar Piala Super Italia.

Di panggung Serie A, Napoli harus puas menjadi runner-up setelah tertinggal 11 angka dari Inter Milan yang keluar sebagai juara. Langkah mereka juga terhenti di babak delapan besar Coppa Italia serta gagal melaju dari fase grup Liga Champions.

Conte sendiri telah mengonfirmasi kemundurannya dari Napoli selepas pertandingan terakhir di Liga Italia. Keputusan ini membuat Conte pergi setahun lebih awal dari durasi kontrak aslinya yang baru habis tahun depan.

Kritik tajam dilayangkan De Bruyne kepada Conte terkait pemilihan posisi bermain. Ia menilai strategi bertahan yang diterapkan sang pelatih sangat bertolak belakang dengan karakter bermainnya.

"Sudah jelas, itu sulit buatku karena Conte punya visi sepakbola yang sangat berbeda denganku," sahut pesepakbola berusia 34 tahun itu kepada Het Nieuwsblad.

"Hal yang sebenarnya adalah, aku enggak pernah punya kesempatan untuk bermain di posisi yang kusukai. Namun, bagaimanapun aku selalu berusaha memberikan segalanya untuk tim," lanjut mantan pemain Chelsea dan Wolfsburg ini, yang dilansir TNT Sports.

"Kami bermain sangat defensif. Jika Anda berusaha memenangi setiap pertandingan dengan selisih satu gol dengan sebuah formasi 4-5-1, Anda kan memainkan tipe sepakbola tertentu. Di awal musim ini, kami bahkan bermain jauh lebih dalam. Penyerang tengah kami bahkan cuma mencetak 10 gol, jadi Anda tahu statistiknya tidak akan bagus..."

Saat ditanya mengenai perasaannya setelah Conte dipastikan tidak lagi menangani tim, De Bruyne memberikan jawaban yang lugas.

"Buatku, iya. Menurutku, dia toh tidak wajib bertahan," tutur Kevin de Bruyne.

"Ada janji-janji yang dibuat pada musim panas lalu tentang bagaimana kami akan bermain, tapi pada akhirnya tidak banyak yang terjadi. Aku merasa ini sangat disayangkan. Sepakbola itu kan harus menyenangkan, dan sayang sekali aku merasa aspek itu kurang. Percuma bertele-tele, visi sepakbola kami berbeda. Aku enggak pernah bermain di posisiku di bawah Conte," sangat Kevin de Bruyne.

Artikel terkait

Rekomendasi