Dua kutub komedi yang berbeda disatukan dalam sebuah film bergenre petualangan penuh adrenalin yang dibalut humor slapstick. Film berjudul The Man from Toronto yang disutradarai oleh Patrick Hughes ini masih dapat disaksikan melalui platform Netflix, seperti dilansir dari Suara.
Kisah film ini berpusat pada karakter Teddy Jackson yang diperankan oleh Kevin Hart. Teddy digambarkan sebagai seorang pengusaha kebugaran asal Yorktown, Virginia, yang selalu mengalami kegagalan dalam setiap ide bisnisnya.
Nasib buruk Teddy memuncak ketika dirinya dipecat dari tempat gim lokal karena kesalahan konyol saat mencetak brosur tanpa alamat. Demi menjaga harga diri di hadapan istrinya, Lori, Teddy memilih untuk menyembunyikan kabar pemecatan tersebut.
Teddy kemudian merencanakan sebuah perjalanan romantis ke Onancock untuk merayakan hari ulang tahun Lori. Namun, petunjuk alamat yang tidak jelas membuat Teddy justru mendatangi kabin yang salah.
Bukannya mendapati suasana romantis bersama istri, Teddy malah masuk ke ruangan tempat seseorang sedang disandera dan disiksa. Para penjahat di tempat tersebut seketika mengira Teddy sebagai "The Man from Toronto", seorang pembunuh bayaran misterius yang terkenal kejam dalam interogasi.
Teddy yang berada dalam kondisi ketakutan setengah mati terpaksa berakting menjadi pembunuh bayaran demi bertahan hidup. Di luar dugaan, celotehan panik dari Teddy justru berhasil mengintimidasi sandera hingga bersedia memberikan kode rahasia yang dicari.
Keterlibatan FBI dan Kemunculan Pembunuh Asli
Sebelum situasi mereda, kabin tersebut digerebek oleh agen FBI. Pihak FBI kemudian memanfaatkan momen salah identitas ini dan meminta Teddy untuk terus menyamar demi menangkap Kolonel Marín, seorang calon diktator asal Venezuela.
Sebagai imbalan atas misi berbahaya ini, FBI berjanji akan melunasi seluruh cicilan rumah Teddy yang sudah lama menunggak. Situasi menjadi semakin rumit ketika sosok asli "The Man from Toronto" yang bernama Randy, diperankan oleh Woody Harrelson, muncul.
Randy yang merasa identitasnya telah dicuri akhirnya memilih untuk bekerja sama dengan Teddy. Pemilik identitas asli ini menyadari bahwa ia membutuhkan wajah Teddy yang sudah dikenal oleh anak buah Kolonel Marín untuk menyelesaikan kontrak kerja senilai 2 juta dolar.