Khvicha Kvaratskhelia Tegaskan PSG Percaya Diri Jelang Final Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia Tegaskan PSG Percaya Diri Jelang Final Liga Champions

Paris Saint-Germain mengusung kepercayaan diri yang sangat tinggi menjelang pertandingan final Liga Champions menghadapi Arsenal. Rasa optimistis ini diungkapkan langsung oleh salah satu pilar mereka, Khvicha Kvaratskhelia, seperti dilansir dari Detik Sport.

Klub raksasa Prancis tersebut menatap laga puncak dengan status sebagai juara bertahan. Pada musim sebelumnya, Les Parisiens sukses mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Kini, PSG memiliki kesempatan besar untuk mempertahankan mahkota juara tersebut. Jika berhasil, mereka akan menjadi tim kedua yang mampu mempertahankan gelar pada era modern Liga Champions setelah Real Madrid.

Menurut pandangan Kvaratskhelia, skuadnya telah membuktikan kapasitas mereka di lapangan. Skuad Paris Saint-Germain dinilai sanggup menumbangkan rival mana pun, asalkan mereka tetap konsisten menerapkan karakter permainan sendiri.

Pemain lini serang asal Georgia tersebut tidak menampik bahwa peta persaingan kini sudah berubah. Banyak tim rival yang saat ini jauh lebih memahami cetak biru permainan PSG jika dibandingkan dengan musim lalu.

Kondisi tersebut membuat tim-tim lawan terus memutar otak untuk meredam taktik yang diterapkan oleh pelatih Luis Enrique. Kendati demikian, Kvaratskhelia menilai Paris Saint-Germain selalu berhasil memunculkan solusi serta adaptasi baru di atas lapangan.

"Saya pikir ada banyak perubahan, karena banyak tim sudah tahu bagaimana kami bermain musim lalu," kata Kvaratskhelia dalam wawancara dengan situs UEFA.

"Mereka mencoba menghentikan strategi kami, tetapi kami menunjukkan bahwa kami bisa menemukan cara untuk bermain baik melawan siapa pun. Kami menghormati semua lawan, tetapi kami tahu memiliki kualitas yang bisa mengalahkan tim mana pun."

"Kami hanya harus fokus pada permainan kami sendiri dan itulah yang selalu kami coba lakukan," tuturnya.

Kebangkitan Pasukan Luis Enrique dari Fase Sulit

Langkah Paris Saint-Germain untuk kembali menembus babak final kompetisi tertinggi antarklub Eropa musim ini tidak didapatkan dengan mudah. Mereka sempat terseok-seok pada pertandingan di fase awal kompetisi.

Performa dominan yang mereka tunjukkan pada musim lalu sempat sulit keluar di awal musim ini. Kvaratskhelia melihat bahwa padatnya jadwal pertandingan pasca-juara menjadi faktor utama yang menguras energi tim.

"Kami tahu kami adalah juara bertahan. Awal kompetisi musim ini tidak berjalan seperti yang kami inginkan."

"Setelah memainkan begitu banyak pertandingan, kami tidak punya banyak waktu untuk beristirahat," ujarnya.

Situasi sulit tersebut akhirnya memaksa seluruh elemen tim untuk segera berbenah. Skuad Paris Saint-Germain sadar bahwa jalan keluar satu-satunya adalah dengan mengembalikan performa sepak bola terbaik mereka.

Harmonisasi Skuad Menjadi Kunci Utama

Kvaratskhelia membeberkan bahwa momen kebangkitan timnya terjadi saat seluruh pemain kembali menemukan keselarasan. Kepercayaan terhadap identitas taktik tim menjadi fondasi utama dalam meraih kemenangan demi kemenangan.

"Pada awalnya kami kesulitan, tetapi di pertengahan musim kami menyadari bahwa setidaknya kami harus melakukan apa yang paling kami kuasai. Kami bermain dengan harmoni, terus meraih kemenangan, dan berhasil mencapai final."

Setelah menemukan ritme terbaik, langkah raksasa Prancis ini di fase gugur terbilang sangat dominan. Mereka sukses mendepak Chelsea dengan keunggulan agregat 8-2, menumbangkan Liverpool dengan agregat 4-0, serta menundukkan Bayern Munich lewat agregat ketat 6-5.

Misi Mencetak Sejarah Baru di Budapest

Paris Saint-Germain kini berada di ambang mempertahankan gelar juara Eropa mereka. Walaupun menyadari Arsenal akan memberikan perlawanan sengit, Kvaratskhelia tetap yakin dengan kualitas yang dimiliki oleh rekan-rekan setimnya.

"Semua ini sangat penting dan kami memahami bahwa kami adalah juara bertahan dan kami bisa menang lagi."

"Tentu saja ini akan sulit, tetapi kami sudah membuktikan sekali lagi bahwa kami bisa mengalahkan tim mana pun selama bermain dengan cara kami sendiri dan memberikan segalanya di lapangan," sebutnya menegaskan.

Pertandingan final di Budapest ini memuat misi yang sangat besar bagi kubu Paris Saint-Germain. Pasalnya, kemenangan di laga ini tidak hanya membuahkan trofi, melainkan juga menyejajarkan posisi mereka dengan Real Madrid sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar di era modern.

Artikel terkait

Rekomendasi