Kiesha Alvaro Perankan Rockstar dalam Film Shaka Oh Shaka

Kiesha Alvaro Perankan Rockstar dalam Film Shaka Oh Shaka

Aktor Kiesha Alvaro memerankan karakter musisi bernama Shaka Antares dalam film Shaka Oh Shaka yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai Kamis, 7 Mei 2026. Produksi StarVision Plus ini mengadaptasi kisah populer dari Alternative Universe karya Jocelyn Suherman.

Dilansir dari Suara, Kiesha mengungkapkan bahwa dirinya tidak memerlukan riset khusus untuk mendalami peran sebagai bintang rock. Ia memilih menjadikan sang ayah, Pasha Ungu, sebagai referensi utama dalam membangun wibawa karakter di atas panggung.

"Kalau ngomongin riset soal menjadi rockstar, kayaknya enggak perlu riset. Saya bisa melihat langsung wibawa beliau aja sih selama ini dibangun karena kan aku emang sering nemenin ayahku manggung juga. Jadi tinggal melihat dia bersikap aja," kata Kiesha, Pemeran Shaka Antares.

Kiesha menjelaskan bahwa tokoh Shaka memiliki perkembangan karakter yang cukup menantang karena sifatnya yang berubah menjadi egois. Ia merasakan adanya dinamika hubungan yang unik dengan lawan mainnya saat proses syuting berlangsung.

"Semakin berjalannya hubungan Shaka sama Ocel, ketika saya lagi syutingnya pun, semakin ngerasa makin nyebelin tiap tahunnya. Semakin tahun semakin manchild," keluh Kiesha, Pemeran Shaka Antares.

Arla Ailani yang berperan sebagai Ocel memberikan tanggapan mengenai sifat karakter yang dimainkan oleh Kiesha tersebut. Ia menyoroti sisi keras kepala dan egois yang menjadi bumbu dalam jalinan asmara kedua tokoh utama.

"Makasih udah sadar kalau kamu itu manchild, kalau kamu itu keras kepala, egois, selalu sepihak. Aku cuma berharap kamu tetap ada di sini, dan mungkin aku bakal berusaha jadi lebih baik lagi buat kamu," timpal Arla, Pemeran Ocel.

Tantangan fisik dialami oleh Arla Ailani selama memerankan sosok Ocel yang memiliki kepribadian ekstrovert. Sebagai seorang introvert, Arla mengaku sempat mengalami ketegangan hebat hingga mengalami mual setelah melakukan pengambilan gambar.

"Aku tuh awal terima job ini dan menjadi Ocel, deg-degan banget karena aku tahu ini karakter yang sangat jauh dari aku sehari-hari. Bahkan ada satu kali pas kelar take, Kiesha bilang 'good job', terus dia ngajak high-five, aku mau pingsan," kata Arla Ailani, Pemeran Ocel.

Meskipun sempat kesulitan, Arla akhirnya menemukan kesamaan emosional dengan masa lalunya saat mengagumi seseorang secara mendalam. Ia mengaku merasa sedih saat proses syuting berakhir karena kedekatannya dengan karakter tersebut.

"Setelah selesai proses syuting, aku menyadari satu hal. Ternyata tuh aku pernah menjadi Ocel. Jadi Ocel adalah mungkin Arla bertahun-tahun lalu yang aku udah lama banget enggak ketemu, tiba-tiba aku ketemu lagi versi dewasanya," tutur Arla, Pemeran Ocel.

"Pas udah selesai tuh rasanya kangen banget, aku pulang syuting hari terakhir nangis karena belum ngerasa bisa ngelepasin karakter Ocel," tambahnya Arla, Pemeran Ocel.

Penata musik Haryo Pati menjelaskan bahwa film berdurasi dua jam tiga menit ini mengedepankan kualitas vokal yang natural. Proses rekaman lagu-lagu dalam film dilakukan dengan meminimalkan penyuntingan agar emosi para aktor tetap terjaga.

"Kalau dengar lagu aslinya Ocel, waktu rekaman itu enggak diedit, pitch-nya enggak dibenerin sama sekali. Emosi dia dapat banget dari lagunya. Cuma dua kali atau tiga kali take, langsung dapat," puji Haryo, Penata Musik.

Aktris senior Artika Sari Devi turut bergabung dalam jajaran pemain sebagai tokoh Mama Rosa. Ia menggambarkan karakternya sebagai sosok ibu tunggal yang memiliki ambisi kuat serta kontrol penuh terhadap potensi anaknya di industri hiburan.

"Kalau enggak ada ibu-ibu yang melihat potensi anak seperti ini dan punya kegigihan walaupun kadang terlihat penuh controlling, enggak akan lahir bintang," jelas Artika, Pemeran Mama Rosa.

Produser Chand Parwez Servia menjanjikan bahwa film arahan sutradara Dinna Jasanti ini akan memberikan nuansa berbeda bagi penonton. Film ini dirancang untuk menyajikan pengalaman menonton yang menyerupai suasana konser musik.

"Menurut saya ini adalah sebuah kisah yang bisa menjadi referensi untuk kalian yang sedang jatuh cinta, yang akan jatuh cinta, yang pernah jatuh cinta. Kapan lagi nonton film berasa konser? Kami berusaha untuk membuatnya sekompak mungkin," kata Parwez, Produser.

Artikel terkait

Rekomendasi