Pembalap Mercedes Kimi Antonelli berhasil meraih kemenangan kelimanya secara berturut-turut setelah finis di posisi pertama dalam balapan Formula 1 Grand Prix Monako di Circuit de Monaco pada Minggu, 7 Juni 2026.
Balapan sengit ini sempat dihentikan sementara atau di-red flag pada putaran ke-68 setelah Charles Leclerc dari Ferrari dan Lance Stroll dari Aston Martin mengalami kecelakaan di tikungan terakhir akibat masalah pada lapisan aspal sirkuit.
Sebelum insiden tersebut terjadi, sesi kualifikasi pada Sabtu menunjukkan persaingan ketat saat Antonelli merebut pole position perdananya di Monte Carlo dengan catatan waktu 1 menit 12,051 detik, unggul tipis dari Max Verstappen dan Lewis Hamilton.
| Pos. | Driver | Time |
|---|---|---|
| 1 | Kimi AntonelliANT | 1:12.051 |
| 2 | Max VerstappenVER | 1:12.094 |
| 3 | Lewis HamiltonHAM | 1:12.279 |
| 4 | Charles LeclercLEC | 1:12.351 |
| 5 | Isack HadjarHAD | 1:12.434 |
Mercedes memanfaatkan pembaruan sayap belakang khusus di Monako yang memberikan keunggulan performa sekitar 0,045 hingga 0,05 detik demi mengatasi masalah keseimbangan mekanis kendaraan sejak sesi latihan hari Jumat.
"Yesterday, I’m not going to lie, we were struggling," ujar Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Tim Mercedes kemudian melakukan perubahan besar pada pengaturan mobil berdasarkan korelasi data simulator semalaman agar mobil lebih toleran terhadap gundukan sirkuit.
"So the team did a great job with overnight correlation, to do big changes on set-up, and the car just felt much more alive this morning. It was also more forgiving, much more on kerb cutting, bumps..." kata Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Antonelli menambahkan bahwa perubahan mekanis tersebut membantu menyamakan suhu ban depan dan belakang sehingga meningkatkan performa keseluruhan secara signifikan.
"It made us gain so much in terms of performance between yesterday and today and allowed us to fight for pole." kata Kimi Antonelli, Pembalap Mercedes.
Sementara itu, jalannya balapan hari Minggu juga diwarnai keluhan para pembalap mengenai regulasi mobil musim 2026, di mana Max Verstappen yang terpaksa menyudahi balapan pada putaran pertama akibat masalah mesin justru sempat memuji karakteristik sasis di Monako.
"Yep, nice. Completely ****. Guys, what the **** man?" ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ayah Max, Jos Verstappen, turut menyatakan kepada De Limburger bahwa tata letak Monako membuat para pembalap bisa memacu mobil secara penuh tanpa kendala manajemen energi yang biasa dikritik.
"This is how Formula 1 should be," kata Jos Verstappen, Ayah Pembalap Max Verstappen.
Jos menambahkan bahwa format ini jauh lebih baik dibandingkan pembalap harus sengaja memperlambat mobil di tikungan.
"Not deliberately taking corners slower and all that nonsense – just full throttle." ujar Jos Verstappen, Ayah Pembalap Max Verstappen.
Max Verstappen sendiri merasa regulasi sasis baru ini tidak terlalu buruk karena dimensi mobil yang lebih ramping meningkatkan visibilitas pada poros roda depan di sekitar tikungan.
"I think the chassis regulation is not that bad at all," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menilai bahwa kebebasan memacu mobil secara penuh dan memilih gigi yang diinginkan membuat kendaraan terasa lebih alami untuk dikendalikan.
"In general, the cars being a little bit more narrow and stuff, I think it’s alright." ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Menurut Verstappen, peningkatan visibilitas pada tikungan menjadi salah satu aspek positif dari perubahan bentuk sasis musim ini.
"I quite like now the vision on the front axle is a bit better around apexes again," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen merasa kenyamanan berkendara akhirnya kembali muncul berkat karakteristik sirkuit jalan raya Monte Carlo tersebut.
"If you can go flat out and you can just select the gears that you want to use in the corners, it’s always going to be better," ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menegaskan bahwa rasa berkendara yang natural membuat performanya di lintasan menjadi lebih maksimal.
"I finally felt just myself again in the car. That’s what then makes it more and more natural to drive for sure." kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Di sisi lain, Lewis Hamilton yang finis di posisi kedua untuk Ferrari mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap mobil generasi sekarang karena tingkat downforce dan daya cengkeram mekanis yang dinilai lebih rendah.
"Apart from wanting more downforce globally, I think when we arrived on Thursday we saw other people, those guys, with trick additions to their wing." ujar Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton terkejut karena tim Ferrari tidak menerapkan modifikasi serupa pada bagian sayap mobil mereka seperti yang dilakukan para kompetitor.
"We didn’t have that, which was a little bit of a surprise." kata Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton membandingkan pengalaman berkendaranya saat ini dengan era balapan terdahulu di Monako.
"Probably one of my least favorites of all the generations I’ve driven around here," ujar Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton mengingat bahwa kendaraannya pada musim 2007 dan 2008 memiliki daya cengkeram yang jauh lebih besar dan menyenangkan.
"I remember when i was here in 2007, 2008, there was so much more grip," kata Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton menilai lintasan balap saat itu memberikan sensasi berkendara yang jauh lebih menghibur bagi para pembalap.
"It was even more fun back then." ujar Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton menganggap performa mobil Formula 1 sempat mencapai masa keemasan dalam hal stabilitas cengkeraman ban beberapa tahun lalu.
"Maybe 2020 was probably the best period for us, grip-wise," kata Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Kritik serupa dilayangkan oleh pembalap veteran Aston Martin, Fernando Alonso, yang start dari posisi belakang dan menyoroti rencana perubahan regulasi masa depan sebagai bukti ketidakpuasan massal di grid.
"There’s nothing to be done," kata Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Alonso berpendapat bahwa pembahasan mengenai pergantian mesin dan aturan sasis baru menunjukkan bahwa tidak ada pihak yang benar-benar puas dengan mobil saat ini.
"We’re talking about changing the engine for next year and changing the regulations for 2030," ujar Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Alonso menambahkan bahwa situasi teknis ini memaksa semua pembalap menggunakan paket mobil yang sama hingga tahun 2030.
"That tells you that nobody is happy with the current cars." kata Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Menurut Alonso, vokal atau tidaknya seorang pembalap dalam mengkritik adalah pilihan pribadi masing-masing di dalam kompetisi.
"Whether the critical drivers are more vocal or not is their own decision. But in any case, it’s the same car for everyone until 2030." ujar Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Ketegangan juga memuncak di garasi Ferrari setelah Charles Leclerc menolak disalahkan atas kecelakaan yang menimpanya di tikungan terakhir dan langsung meluapkan emosi melalui radio tim kepada para mekanik mengenai kerusakan sistem pengereman kendaraan.
"Honestly I'm not even going to take the *** blame. These **** brakes!" teriak Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Sebelum kecelakaan ganda terjadi, George Russell dari Mercedes juga sempat menyuarakan kekhawatirannya via radio komunikasi terkait kondisi permukaan aspal di tikungan terakhir sirkuit.
"What is going on in the last corner?" kata George Russell, Pembalap Mercedes.
Setelah perbaikan aspal darurat selesai dilakukan oleh petugas FIA, balapan dilanjutkan dengan standing restart untuk menyelesaikan 10 putaran terakhir, di mana Lewis Hamilton mengamankan posisi kedua sementara Isack Hadjar menempati podium ketiga secara provosional sembari menunggu investigasi steward terhadap potensi penalti.