Pembalap Mercedes Kimi Antonelli mengukir sejarah sebagai pemenang termuda sepanjang masa di Grand Prix Monako setelah finis di posisi pertama dalam balapan yang dihentikan sementara pada Minggu, 7 Juni 2026.
Pembalap asal Italia berusia 19 tahun sembilan bulan tersebut memecahkan rekor berumur 16 tahun milik Lewis Hamilton setelah edisi ke-72 dari balapan legendaris ini dihentikan pada putaran ke-68 akibat perbaikan lintasan. Antonelli sempat unggul lebih dari setengah menit atas rekan setimnya, Lewis Hamilton, sebelum dua Safety Car masuk ke lintasan akibat kecelakaan Lance Stroll dan Charles Leclerc di tikungan terakhir Rascasse.
Bendera merah kemudian dikibarkan pada pukul 16.35 waktu setempat di putaran ke-66 karena kekhawatiran terhadap kondisi lapisan aspal yang baru diperbaiki di tikungan final sirkuit jalanan tersebut. Dilansir dari LBC, nasib buruk menimpa juara dunia empat kali Max Verstappen yang gagal memulai balapan akibat mobilnya mogok di grid, sementara juara dunia bertahan Lando Norris terpaksa mundur pada putaran ke-45 karena masalah unit daya.
Sementara itu, pembalap tuan rumah Charles Leclerc dari tim Ferrari gagal menyelesaikan balapan akibat menabrak dinding pembatas saat periode Safety Car usai, padahal ia sedang berada di posisi ketiga. Berbicara kepada Canal+, Leclerc menegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh masalah aspal sirkuit, melainkan akibat kegagalan sistem pengereman belakang yang sudah dideritanya sejak Grand Prix Kanada.
"I'm not one to make excuses, and I'm the first to admit when I'm being a jerk and going too far." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Leclerc mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kendala teknis yang membuat mobilnya sangat sulit dikendalikan di jalanan sempit Monako.
"Right now, I don't necessarily want to talk, because I'm afraid of being too harsh in my words. That's unacceptable. The brake problems I've had the last two weekends... It's just undrivable." ujar Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Ia menjelaskan lebih detail mengenai kerusakan teknis pada sistem pengereman bagian belakang mobil Ferrari miliknya.
"I put on four or five brake levers. It barely touches the brakes. I can't go any lower than that. The rear brakes didn't work at all. Only the front ones worked." tutur Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Masalah ketidakseimbangan rem ini membuat manajemen suhu ban menjadi sangat sulit, meskipun Leclerc menyebut rekan setimnya telah memakai konfigurasi berbeda sejak beberapa balapan terakhir.
"Lewis went in that direction three or four races ago. I think it made a difference on other circuits, but today it was just undrivable for me." ucap Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Meskipun menutup balapan di kandang sendiri dengan kekecewaan mendalam, Leclerc tetap mencoba menatap optimis seri berikutnya yang akan digelar di Barcelona.
"Things will be different for Barcelona; I hope to rediscover my feeling with the car. I'm extremely frustrated, angry, and sad today. But it's not personal." pungkas Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.