Kinerja Allard Lindhout di Laga Ajax Versus Utrecht Panen Kritik

Kinerja Allard Lindhout di Laga Ajax Versus Utrecht Panen Kritik

Kepemimpinan wasit Allard Lindhout memicu gelombang kritik dari komentator, jurnalis, hingga suporter saat memimpin pertandingan final playoff kualifikasi Conference League antara Ajax Amsterdam melawan FC Utrecht pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kekecewaan terhadap pengadil lapangan tersebut memuncak setelah beberapa keputusan pada babak pertama dinilai tidak meyakinkan. Hal itu memicu kekesalan para pemain di lapangan, terutama saat ketegangan meningkat setelah penggawa FC Utrecht, Dani de Wit, melakukan tekel kepada pemain Ajax pada menit ke-32.

Pemain Ajax seperti Lucas Rosa langsung melayangkan protes keras untuk meminta kartu kuning, namun keputusan tersebut diabaikan oleh Lindhout. Komentator ESPN Mark van Rijswijk memberikan pandangannya terkait insiden pelanggaran tersebut.

"Ini adalah pelanggaran pertama di mana Anda benar-benar bisa mempertimbangkan kartu kuning," kata komentator ESPN Mark van Rijswijk.

Mark van Rijswijk menilai tindakan Dani de Wit memang bertujuan menghentikan laju serangan yang dibangun oleh para pemain Ajax. Ia menambahkan bahwa Rosa merasa sangat kesal dengan keputusan wasit.

"De Wit sama sekali tidak berniat untuk menguasai bola. Itu tidak keras, tetapi dia memang menghentikan serangan Ajax. Rosa sangat kesal," kata Mark van Rijswijk.

Kritik terhadap performa Lindhout juga datang dari jurnalis senior De Telegraaf, Mike Verweij. Melalui media sosial X, ia mempertanyakan kebijakan KNVB dalam menunjuk wasit untuk laga krusial ini.

"Mengapa Gözübüyük dan Makkelie, wasit terbaik di Belanda, tidak ditugaskan untuk memimpin final playoff?" tulis jurnalis senior De Telegraaf Mike Verweij.

Verweij menilai keputusan KNVB menunjuk Lindhout sangat buruk. Ia berkaca pada kekacauan serupa yang terjadi pada laga Volendam melawan Willem II sehari sebelumnya.

"Setelah Van der Eijk kemarin di Volendam - Willem II, Lindhout membuat kekacauan di laga Ajax - Utrecht. Pilihan yang buruk, KNVB," tulis jurnalis senior De Telegraaf Mike Verweij.

Gelombang protes online dari para suporter kedua tim turut membanjiri media sosial seiring ketidakpuasan terhadap performa Lindhout. Kepemimpinan Lindhout bahkan dianggap tidak kompeten oleh netizen.

"Bahwa lisensi Lindhout belum dicabut benar-benar sebuah keajaiban" kata suporter dalam reaksi online yang beredar.

Suporter lain bahkan membandingkan kualitas kepemimpinan Lindhout secara ekstrem dengan kualitas wasit di kompetisi amatir lokal.

"wasit yang tidak kompeten, si Lindhout itu" kata suporter lainnya.

Kritik tajam dari netizen terus mengalir sepanjang pertandingan berlangsung akibat keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan kedua belah pihak.

"Lindhout benar-benar wasit terburuk di lapangan-lapangan Belanda. Bahkan relawan di tim bir lokal pun lebih baik," kata suporter menegaskan.

Artikel terkait

Rekomendasi