Bagi sebagian besar pesepak bola profesional, malam sebelum pertandingan besar adalah waktu sakral untuk beristirahat di kamar hotel. Namun, aturan baku tersebut tampaknya tidak berlaku bagi salah satu penyerang terbaik dunia asal Brasil, Romario. Sebuah kisah unik mengenai kebiasaan malam sang bomber legendaris kini diungkap oleh mantan rekan setimnya di Flamengo, Alejandro Mancuso.
Romario ialah salah satu penggawa Brasil saat meraih gelar Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Dinamika kehidupan luar lapangan sang striker selalu menarik perhatian, terutama bagi rekan-rekan setimnya yang menyaksikan langsung keajaiban demi keajaiban yang ia tunjukkan di rumput hijau.
Mancuso yang satu tim dengan Romario di Flamengo memiliki cerita unik tersediri tentang striker yang mendapat julukan Animal tersebut. Mantan gelandang asal Argentina itu mengaku sangat terkejut saat pertama kali mengetahui bahwa Romario nyaris tidak pernah menghabiskan malamnya di dalam fasilitas penginapan tim saat laga penting sudah di depan mata.
"Dia datang, mandi, bersiap, lalu pergi menikmati malam. Keesokan harinya dia kembali," ujarnya dalam wawancara dengan Fox Sports Argentina Alejandro Mancuso, Mantan Gelandang Flamengo.
Ketajaman yang Tidak Terbantahkan
Meski pola hidupnya tak biasa, performa Romario di lapangan justru tak terbantahkan. Kebiasaan keluyuran malam tersebut seolah lenyap begitu saja ketika sang penyerang sudah memakai sepatu bola dan mulai meneror lini pertahanan musuh sepanjang pertandingan.
Mancuso bahkan menyebut kebiasaan tersebut seolah tak jadi masalah karena sang penyerang tetap tampil tajam. Skandal luar lapangan seakan tidak memiliki dampak buruk bagi produktivitas golnya.
"Mau bilang apa kalau dia bisa mencetak tiga gol?" katanya ujar Alejandro Mancuso, Mantan Gelandang Flamengo.
Cerita mengenai kelihaian Romario dalam membagi waktu antara hiburan malam dan tanggung jawab di lapangan mencapai puncaknya saat Flamengo menghadapi Fluminense dalam laga yang sarat gengsi. Pertandingan bertajuk derbi panas tersebut menjadi pembuktian mutlak atas kejeniusan sang pemain.
Mancuso mengenang, Romário kembali ke hotel pada siang hari sebelum pertandingan, lalu langsung turun dan mencetak dua gol kemenangan 2-0 untuk timnya. Keadaan tersebut sempat membuat rekan-rekan setimnya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang bintang.
"Gringo, kamu tidur saja di situ, saya tidak tidur di sini." tutur Romario, Penyerang Flamengo.
Kontroversial Namun Tetap Menjadi Legenda
Mancuso sempat merasa heran dengan sikap santai rekan setimnya tersebut karena keesokan harinya mereka harus melakoni pertandingan penting di atas lapangan. Selama berseragam Flamengo, Romario memang dikenal sebagai sosok kontroversial sekaligus jenius yang sulit diatur oleh jajaran pelatih.
Romario mencetak 184 gol dari 209 pertandingan sejak bergabung pada 1995, setelah sebelumnya membawa Brasil menjuarai Piala Dunia. Catatan statistik yang sangat luar biasa tersebut menegaskan bahwa dirinya adalah mesin gol yang sangat mematikan di kotak penalti lawan.
Sementara Mancuso sendiri membela Flamengo pada 1996–1997 dengan catatan 67 penampilan dan lima gol. Berada di lingkungan klub yang sama membuat Mancuso turut merasakan bagaimana karakter unik Romário menjadi bagian dari dinamika ruang ganti klub raksasa Brasil tersebut.