Bek Real Madrid Alvaro Carreras memberikan klarifikasi terkait perselisihan internal dengan Antonio Rudiger pada Rabu (6/5/2026) di tengah situasi ruang ganti klub yang memanas. Kabar ketegangan ini mencuat saat Los Blancos terancam mengakhiri musim tanpa gelar akibat tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen La Liga.
Insiden tersebut dilaporkan melibatkan tindakan fisik di ruang ganti, namun pihak terdekat pemain kepada SPOX membantah adanya tamparan meskipun membenarkan terjadinya perdebatan sengit. Laporan The Athletic menyebutkan bahwa Rudiger telah menyampaikan permohonan maaf dan mengundang seluruh anggota tim beserta keluarga mereka untuk makan bersama guna meredakan situasi.
Melalui unggahan di media sosial, Carreras menegaskan komitmennya terhadap klub dan membantah sindiran mengenai sikap tidak profesionalnya saat laga melawan Espanyol. Ia menekankan bahwa hubungan antar pemain di bawah manajemen Presiden Florentino Perez tetap terjaga dengan baik meskipun sempat terjadi gesekan.
"Dalam beberapa hari terakhir, muncul beberapa sindiran dan komentar tentang saya yang sama sekali tidak benar," tulis Carreras, Bek Real Madrid.
Pemain muda tersebut juga menjelaskan bahwa dedikasinya sejak kembali ke klub tidak pernah berubah dan ia selalu bekerja dengan penuh rasa hormat. Ia berupaya meluruskan spekulasi yang berkembang di Valdebebas pasca hasil imbang melawan Real Betis.
"Komitmen saya kepada klub ini dan kepada para pelatih yang pernah melatih saya tidak pernah goyah sejak hari pertama, dan akan terus demikian. Sejak kepulangan saya, saya selalu bekerja dengan profesionalisme, rasa hormat, dan dedikasi yang tinggi. Saya telah berjuang sangat keras untuk mewujudkan impian saya untuk pulang," lanjut Carreras, Bek Real Madrid.
Mengenai pertikaian spesifik dengan Rudiger, Carreras menyebut insiden itu sebagai hal yang lazim terjadi dalam dinamika tim sepak bola. Ia memastikan permasalahan tersebut sudah selesai sepenuhnya di lingkungan internal klub.
"Mengenai insiden dengan rekan satu tim, itu adalah insiden yang biasanya tidak terjadi, tanpa relevansi, dan sudah diselesaikan. Hubungan saya dengan seluruh tim sangat baik. Hala Madrid!" tegas Carreras, Bek Real Madrid.
Situasi ini menambah tekanan bagi Rudiger yang sebelumnya juga mendapat peringatan keras dari pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann dan Direktur Olahraga DFB Rudi Voller. Peringatan tersebut menyusul aksi emosional sang bek saat final Piala DFB musim lalu melawan Barcelona.
"Batasnya sudah tercapai. Dia tidak boleh melakukannya lagi, jika tidak akan ada konsekuensi yang lebih besar," kata Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.
Rudi Voller menambahkan bahwa seorang pemain nasional harus mampu menunjukkan kelas dalam perilakunya. Menanggapi kritik tersebut, Rudiger sempat menyampaikan penyesalan secara terbuka kepada media FAZ pada Maret lalu.
"Toni adalah pemain hebat - tetapi sebagai pemain tim nasional, dia juga harus menunjukkan kelasnya dalam perilakunya. Dia memang berhak menuntut rasa hormat untuk dirinya sendiri, tetapi rasa hormat ini juga harus dia berikan kepada orang lain tanpa kecuali," tegas Rudi Voller, Direktur Olahraga DFB.
Dalam wawancara tersebut, Rudiger mengaku menyadari bahwa tindakannya terkadang berlebihan. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi figur yang memberikan stabilitas bagi tim daripada menjadi sumber kegaduhan.
"Diskusi ini sekali lagi menunjukkan kepada saya bahwa saya memiliki tanggung jawab yang pada beberapa momen tidak saya penuhi. Saya menanggapi kritik yang disampaikan dengan serius dan objektif, karena saya sendiri tahu bahwa saya pernah melakukan tindakan yang jelas-jelas berlebihan. Saya tidak ingin menjadi sumber keributan, melainkan memberikan stabilitas dan keamanan," ujar Antonio Rudiger, Bek Real Madrid.
Kondisi internal Real Madrid semakin disorot oleh Mundo Deportivo yang menyebut ruang ganti tim seperti bom waktu. Selain masalah Rudiger dan Carreras, terdapat laporan ketegangan antara Alvaro Arbeloa dan Dani Ceballos, serta isu ketidakpuasan pemain terhadap hak istimewa Kylian Mbappe sebagaimana dilaporkan L'Equipe dan The Athletic.