Desainer asal Belgia, Benjamin Voortmans, memberikan klarifikasi terkait tuduhan pencurian busana yang sebelumnya ia alamatkan kepada Jisoo BLACKPINK pada Rabu (6/5/2026). Pemilik label Judassime ini menyatakan bahwa polemik tersebut merupakan kesalahpahaman dengan tim gaya sebuah majalah, seperti dilansir dari Wolipop.
Persoalan ini bermula ketika Benjamin mengunggah video pada Selasa (5/5/2026) yang mengklaim bahwa personel BLACKPINK tersebut belum mengembalikan pakaian hasil pemotretan dari enam bulan lalu. Unggahan tersebut muncul bertepatan dengan partisipasi perdana Jisoo dalam ajang MET Gala 2026.
"Jisoo BLACKPINK pada dasarnya mencuri barang-barangku! Sudah enam bulan sejak aku mengirimkan banyak barangku kepadanya dan timnya di Korea Selatan untuk pemotretan sampul majalah," ujar Benjamin Voortmans.
Benjamin menjelaskan bahwa pihak penata busana majalah terus menunda pengembalian koleksinya. Padahal, batas waktu peminjaman yang ia tetapkan biasanya hanya berkisar antara satu hingga empat minggu.
"Ini adalah tiga barang yang sangat penting dari koleksi terakhirku, yang harganya sangat mahal. Jadi aku menempuh jalur hukum, aku mengirimkan faktur dan kontrak kepada mereka, tapi tidak ada yang merespons..." lanjut Benjamin Voortmans.
Setelah mendapatkan reaksi keras dari para penggemar, Benjamin menghapus video tuduhan tersebut dan mengunggah penjelasan baru. Ia menegaskan tidak berniat menyerang sang artis secara pribadi, melainkan hanya ingin mendapatkan respons dari tim terkait.
"Aku hanya ingin datang ke sini dan mengklarifikasi semuanya tentang situasi Jisoo. Aku rasa aku mendapat banyak kebencian dan pesan tentang itu, dan aku hanya ingin memperjelas semuanya, karena aku sebenarnya tidak pernah menyerang Jisoo. Aku juga menuliskannya di judul video pertama bahwa itu adalah ulah timnya. Aku menggunakan namanya untuk mendapatkan respons dari timnya." kata Benjamin Voortmans.
Sang desainer menambahkan bahwa penggunaan nama Jisoo dilakukan karena nama tersebut tercantum dalam korespondensi resmi mengenai pemotretan tersebut.
"Jadi aku tidak pernah bermaksud menyerangnya, dan aku tidak membenarkan kebencian apa pun di internet, tapi ya, aku memang menggunakan namanya karena itu bagian dari pemotretan. Namanya ada di mana-mana dalam email dan sebagainya, tapi aku tidak pernah bermaksud menyerangnya sama sekali." tambah Benjamin Voortmans.
Ia menutup klarifikasinya dengan menyatakan bahwa komunikasi dengan tim penata busana kini telah membaik dan masalah tersebut sedang diselesaikan.
"Ini adalah kesalahpahaman besar antaraku dan para penggemar. Banyak hal yang diputarbalikkan akhir-akhir ini, tapi namanya disebut-sebut, namanya ada di di sana... tapi tanggapan dari tim tidak jelas selama berbulan-bulan, dan banyak desainer yang terlibat. Tapi ya, semuanya sedang diklarifikasi. Aku hanya ingin semua orang mengerti bahwa aku sangat emosional tentang hal ini dan aku sangat cepat dalam berkata-kata, tapi sekarang kami baik-baik saja. Kita bisa beralih dari masalah ini," pungkas Benjamin Voortmans.