Real Madrid kini menghadapi situasi sulit jika ingin memulangkan Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu. Biaya yang harus dikeluarkan manajemen klub untuk menebus juru taktik asal Portugal tersebut melonjak hampir lima kali lipat.
Seperti dilansir dari Detik Sport, Jose Mourinho sebenarnya menjadi bidikan utama Real Madrid untuk menggantikan posisi Alvaro Arbeloa pada musim depan. Kesepakatan secara pribadi bahkan dilaporkan sudah tercapai menjelang berakhirnya kompetisi musim 2025/2026.
Florentino Perez selaku Presiden Real Madrid sebelumnya telah menyetujui tuntutan kontrak berdurasi tiga tahun yang diajukan Jose Mourinho. Pada periode tersebut, nilai klausul pelepasan sang pelatih masih berada di angka yang relatif murah, yakni sekitar 3 juta euro.
Namun, momentum tersebut terlewat karena klausul murah itu resmi kedaluwarsa pada 29 Mei lalu. Penundaan eksekusi ini terjadi lantaran Florentino Perez masih disibukkan oleh agenda pemilihan presiden klub yang baru.
Langkah Real Madrid kian tertahan karena rival politiknya, Enrique Riquelme, dikabarkan belum memberikan lampu hijau terkait penunjukan Jose Mourinho. Enrique Riquelme disebut-sebut masih berupaya mencari kandidat alternatif lain untuk mengisi kursi kepelatihan.
Akibat ketidakpastian domestik ini, manajemen Los Blancos belum juga mengaktifkan klausul pelepasan. Dampaknya, nilai tebusan Jose Mourinho kini melesat tajam menjadi 15 juta euro atau berkisar Rp 311 miliar.
Keputusan kini sepenuhnya berada di tangan Florentino Perez untuk segera menggulirkan pemilihan presiden. Langkah cepat sangat dibutuhkan agar Real Madrid bisa segera mengamankan pelatih baru demi memulai persiapan kompetisi musim depan.
Manajemen Real Madrid dituntut tidak ceroboh dalam membangun skuad baru mengingat raksasa Spanyol ini sudah mencatatkan rekor nirgelar selama dua musim beruntun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sang rival abadi, Barcelona, yang justru mendominasi di panggung LaLiga.