Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Super League 2025-2026 segera berakhir. Pekan pamungkas ini menghadirkan cerita berbeda bagi masing-masing klub asal Jawa Timur. Tiga stadion besar akan menjadi saksi pertarungan penuh gengsi, tekanan, dan harapan pada pekan terakhir musim ini.
Dari Malang, Surabaya, hingga Bangkalan, masing-masing tim membawa misi berbeda yang sama-sama penting. Pada pekan ke-34 ini, Arema FC bertekad menutup musim dengan kemenangan di depan Aremania. Persebaya Surabaya dan Persik Kediri berusaha menjaga posisi atas klasemen sambil mempertahankan harga diri dalam laga bertajuk derbi Jatim. Sementara itu, Madura United berada di ujung jurang degradasi dan harus bertarung mati-matian demi bertahan di Liga 1.
Di tengah situasi penuh tekanan itu, pengamat sepak bola nasional Erwin Fitriansyah melihat pekan terakhir kali ini bukan sekadar penutup kompetisi. Momen ini menjadi gambaran nyata tentang bagaimana setiap klub menghadapi momentum paling menentukan musim ini. Menurutnya, seperti dikutip dari Bola, tren performa Madura United dalam posisi sangat rawan di laga pamungkas.
Tim tersebut akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026) sore. Madura United terlihat kesulitan menemukan konsistensi permainan saat kompetisi memasuki fase paling menentukan.
“Bahaya ini bisa degradasi, secara tren meskipun laga sebelumnya PSM kalah lawan Persib tapi mainnya menurut saya mereka kecolongan di menit akhir," kata Erwin.
“PSM bermain bagus di akhir-akhir kompetisi ini. Beda dengan Madura United yang sebelumnya kalah 1-3 dari Bhayangkara FC dan PSIM 1-2,” imbuhnya.
Situasi tersebut membuat laga di Stadion Gelora Bangkalan menjadi pertaruhan nasib klub berjuluk Laskar Sape Kerrab untuk tetap bertahan di Super League musim depan. Penurunan performa Madura United musim ini dinilai tidak hanya disebabkan oleh faktor di dalam lapangan. Persoalan nonteknis di luar lapangan ikut memengaruhi stabilitas tim sepanjang kompetisi.
“Non teknisnya terlalu banyak, selain musim ini pergantian sejumlah pelatih, sebelum itu bos nya juga sempat tersandung kasus. Mungkin kekuatan finansialnya tidak seperti ketika masuk semifinal Championship lawan borneo beberapa musim lalu,” ujar Erwin menambahkan.
Selama berkompetisi di Liga Indonesia, Madura United memang sempat menjadi salah satu klub paling ambisius. Tim pernah tampil sangat kompetitif dengan materi pemain bintang dan dukungan finansial kuat.
“Itu masa-masa prime-nya Madura ya menurut saya. Banyak beli pemain bagus, sekarang kayanya tidak seperti itu lagi makanya penampilannya tidak terlalu bagus seperti dulu gitu,” sambungnya.
Hingga pekan ke-33 Super League 2025-2026, Madura United menempati posisi ke-15 dengan perolehan 32 poin. Hasil tersebut didapat dari delapan kemenangan, delapan hasil imbang, dan 17 kekalahan serta mencatat 35 gol dan 24 assist sepanjang musim. Posisi ini membuat tim belum aman sepenuhnya dari ancaman degradasi karena rawan tergeser Persis Solo yang berada di posisi ke-16 dengan 31 poin.
Laga Sengit Arema FC dan Derbi Gengsi di Surabaya
Sementara itu, laga antara Arema FC dan PSIM Yogyakarta berlangsung satu hari sebelum penutupan musim di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026) sore. Pertandingan ini juga diprediksi berjalan sengit. PSIM sebagai tim promosi justru mampu tampil mengejutkan sepanjang musim ini.
Persijap Jepara sukses menjauh dari ancaman degradasi dan beberapa kali merepotkan tim-tim besar. Di sisi lain, Arema FC tentu ingin menutup musim dengan kemenangan di hadapan suporternya sendiri. Bermain di kandang membuat tekanan sekaligus motivasi tim asuhan Marcos Santos semakin besar untuk memberikan akhir manis.
“Arema FC lawan PSIM ini seru karena PSIM ini meskipun klub promosi seru juga menurut saya tidak gampang dikalahkan,” ujar Erwin.
Sedangkan laga Persebaya vs Persik dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada pekan terakhir yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (23/5/2026) sore. Laga bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menyangkut gengsi dua tim besar Jawa Timur.
Saat ini posisi Persebaya berada di papan atas klasemen sementara dengan menempati posisi ke-4 lewat perolehan 55 poin. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena Malut United dan Dewa United terus menempel ketat dengan selisih hanya dua poin. Persebaya tetap wajib bermain maksimal demi mengamankan posisi empat besar sekaligus menutup musim di depan ribuan Bonek dan Bonita dengan kemenangan. Hanya Persik yang tetap aman di posisi tengah klasemen sementara.