New York Knicks menerapkan strategi penguasaan area sudut lapangan untuk meredam dominasi Victor Wembanyama menjelang laga Game 3 Final NBA 2026 melawan San Antonio Spurs di Madison Square Garden pada Senin, 8 Juni 2026.
Pendekatan taktis dari pelatih Mike Brown tersebut terbukti membawa Knicks unggul 2-0 atas Spurs setelah mencatatkan akurasi tembakan tiga angka mencapai 53,6 persen dari area sudut pada dua pertandingan pertama.
Sebaliknya, strategi bertahan Knicks sukses membatasi efektivitas serangan San Antonio Spurs di area yang sama, sehingga skuat asuhan Gregg Popovich tersebut hanya mampu mengonversi 32 persen tembakan dari sudut lapangan.
"First of all, it’s a lot of practice. A lot of shots. It opens up the floor. Us being in the corners spreads the floor open and it’s a great release valve for the offense," kata OG Anunoby, forward New York Knicks.
Penerapan taktik ini memaksa para pemain pembuat permainan Knicks untuk bekerja lebih keras dalam membongkar pertahanan lawan sebelum mengalirkan bola ke tepi lapangan.
"It’s hard. That’s why we try to get in the paint and spray it out. It’s a tough task," ujar Jose Alvarado, guard New York Knicks.
Melalui laporan CBS Sports, Knicks kini mengantongi 13 kemenangan beruntun di fase gugur dan mencatatkan selisih poin tertinggi sebesar plus-273 dalam sejarah laga pascamusim NBA.
Pada laga Game 2 sebelumnya, New York Knicks memastikan kemenangan tipis 105-104 setelah Victor Wembanyama gagal mengeksekusi tembakan penentu di detik terakhir pertandingan.