KOI Optimistis Tim Indonesia Lampaui Target Empat Emas Asian Games 2026

KOI Optimistis Tim Indonesia Lampaui Target Empat Emas Asian Games 2026

Target perolehan medali emas untuk target Asian Games 2026 optimistis dapat dilewati oleh kontingen Indonesia. Harapan besar ini disampaikan langsung oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menanggapi target yang dicanangkan pemerintah.

Dilansir dari Detik Sport, Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum KOI memandang target empat medali emas bukan sebagai beban. Sebaliknya, jumlah tersebut harus menjadi stimulan bagi para atlet untuk menyuguhkan performa terbaik mereka.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan target Indonesia meraih empat medali emas di Asian Games 2026. Jumlah itu lebih rendah dibanding target tujuh emas pada Asian Games edisi sebelumnya.

Penyesuaian target dilakukan karena sejumlah nomor yang sebelumnya berpotensi menyumbang medali emas tidak dipertandingkan pada Asian Games Nagoya-Aichi 2026.

Penurunan target ini terjadi setelah beberapa nomor andalan Indonesia dihapus dari daftar perlombaan. Nomor tersebut meliputi 10 meter running target dan 10 meter running target mixed dari cabang menembak, serta traditional boat race.

Okto menilai target yang telah ditetapkan pemerintah justru harus menjadi pemicu semangat bagi atlet dan cabang olahraga untuk membuktikan kemampuan mereka. Menurutnya, Indonesia tetap memiliki peluang untuk meraih hasil lebih baik dari target yang ditetapkan.

"Melihat dan membaca pernyataan Menpora terkait target Asian Games menjadi empat emas, KOI semakin optimistis bahwa cabang-cabang olahraga yang ikut ke Asian Games harus lebih maksimal untuk berjuang membuktikan bahwa target itu bisa jauh dilampaui," kata Okto saat ditemui di kawasan Senayan, Rabu (3/6/2026).

Selain membahas mengenai target kompetisi, Ketua Umum KOI juga menyinggung perihal apresiasi finansial bagi atlet berprestasi. Capaian yang melampaui target diharapkan bisa menjadi posisi tawar untuk meminta apresiasi lebih kepada pemerintah.

"Dengan begitu, saat pulang nanti kita akan minta bonus lebih banyak lagi. Saya yakin dengan semangat dan antusias Bapak Presiden. Kalau SEA Games saja bonus bisa naik begitu jauh, apalagi Asian Games," ujarnya.

Meskipun demikian, pihak KOI tidak memberikan janji mutlak mengenai kenaikan nominal bonus tersebut. Okto menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen penuh untuk memperjuangkan hak dan apresiasi terbaik bagi atlet yang bersinar.

Tren peningkatan nilai bonus dari pemerintah memang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada gelaran SEA Games 2025, apresiasi untuk peraih medali emas melonjak signifikan sebesar dua kali lipat, dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar.

Peningkatan juga dirasakan atlet pada Asian Games 2023 dengan kenaikan sekitar lima persen. Nominal untuk peraih medali emas sektor perorangan mencapai Rp 1,575 miliar, peraih perak Rp 525 juta, sedangkan peraih perunggu berhak atas Rp 262,5 juta.

Okto meminta atlet dan induk cabang olahraga tidak menjadikan target empat emas sebagai beban. Sebaliknya, target tersebut harus dijadikan motivasi untuk tampil lebih baik.

"Jadi jangan kecil hati justru ini menjadi semangat dengan penetapan target yang telah disampaikan, kita buktikan bahwa Tim Indonesia untuk Asian Games bisa mendapatkan emas yang jauh lebih banyak agar mendapatkan bonus yang lebih besar lagi," kata Okto.

Gelaran olahraga bergengsi Asian Games 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Nagoya dan Aichi, Jepang. Walaupun angka bidikan resmi berada di angka empat medali emas, KOI sangat percaya ruang untuk mencetak prestasi lebih tinggi masih terbuka lebar.

Artikel terkait

Rekomendasi