Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman kepada 12 pemain, ofisial, hingga klub menyusul insiden kericuhan dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United. Keputusan tersebut resmi diumumkan pada Rabu (6/5/2026) setelah melalui proses persidangan disiplin.
Hukuman ini merupakan buntut dari keributan yang pecah saat kedua tim bertanding di Stadion Citarum pada Minggu (19/4/2026). Dilansir dari Detik Sport, otoritas disiplin sepak bola nasional tersebut merilis daftar panjang sanksi yang mencakup larangan beraktivitas di dunia sepak bola hingga denda puluhan juta rupiah.
Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, menerima konsekuensi paling fatal berupa larangan terlibat dalam sepak bola selama tiga tahun. Selain skorsing jangka panjang, Fadly juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp15 juta akibat tindakan kekerasan yang dilakukannya.
Penetapan sanksi berat ini dipicu oleh aksi penyerangan fisik yang dilakukan Fadly terhadap pemain lawan. Sebuah rekaman video yang memperlihatkan dirinya melakukan tendangan kungfu sempat viral di jagat maya sebelum keputusan ini diketok palu.
Bhayangkara FC U-20 menjadi pihak yang paling banyak menerima hukuman dalam daftar ini. Empat rekan setim Fadly lainnya turut dijatuhi sanksi larangan bermain dengan durasi yang bervariasi, mulai dari satu hingga dua tahun masa skorsing.
Dari pihak lawan, Dewa United U-20 tidak luput dari tindakan tegas Komdis PSSI. Dua penggawa mereka, yakni Reyvan Rezqi Ilahi dan Mohammad Ridwan, dipastikan mendapatkan hukuman karena terbukti terlibat dalam bentrokan fisik yang terekam di area pertandingan.
Selain sanksi individu, kedua klub dan panitia pelaksana pertandingan masing-masing dikenakan denda administratif sebesar Rp50 juta. Total sanksi ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh peserta kompetisi usia muda di Indonesia.
Berikut adalah rincian lengkap putusan Komdis PSSI terkait insiden di laga EPA U-20:
| Nama | Hukuman |
|---|---|
| Fadly Alberto Hengga | Skorsing 3 tahun dan denda Rp 15 juta |
| Ahmad Catur Prasetyo Aji Utomo | Skorsing 2 tahun dan denda Rp 15 juta |
| Aqilah Lissunnah Aljundi | Skorsing 2 tahun dan denda Rp 10 juta |
| Afrizal Riqh | Skorsing 2 tahun dan denda Rp 10 juta |
| M. Mufdi Iskandar | Skorsing 1 tahun dan denda Rp 10 juta |
| Muchlis Hadi Ning Syaifulloh | Larangan mendampingi tim 4 laga dan denda Rp 12,5 juta |
| Bhayangkara FC U-20 | Denda Rp 50 juta |
| Panpel pertandingan | Denda Rp 50 juta |
| Nama | Hukuman |
|---|---|
| Reyvan Rezqi Ilahi | Skorsing 2 tahun dan denda Rp 10 juta |
| Mohammad Ridwan | Skorsing 1 tahun dan denda Rp 10 juta |
| Muhammad Keysa Fawwaza | Skorsing 1 tahun dan denda Rp 10 juta |
| Dewa United U-20 | Denda Rp 50 juta |
"tendangan kungfu" kata Fadly Alberto Hengga, Pemain Bhayangkara U-20.