Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) resmi terdaftar menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).
Status keanggotaan baru tersebut dilansir dari Kompas, secara resmi mengubah domino dari permainan masyarakat menjadi salah satu cabang olahraga prestasi. PB Orado dinilai telah berhasil memenuhi seluruh unsur organisasi serta pembinaan yang disyaratkan oleh KONI Pusat.
Perkembangan signifikan dari organisasi ini terlihat dari pertumbuhan kepengurusan serta pembinaan atlet di berbagai daerah dalam waktu singkat. Langkah ini menjadi modal penting bagi pembangunan olahraga domino yang kompetitif.
Wakil Ketua Umum III Bidang Organisasi KONI Pusat, Andrie T.U. Soetarno, menegaskan kelayakan organisasi tersebut dalam forum resmi. Pihaknya berharap integrasi ini mampu memperkuat ekosistem pembinaan atlet secara nasional.
"Secara resmi Orado bisa menjadi anggota KONI Pusat, setuju," kata Andrie T.U. Soetarno, Wakil Ketua Umum III Bidang Organisasi KONI Pusat.
Bergabungnya Orado ke bawah payung KONI Pusat juga diproyeksikan untuk membuka peluang bagi olahraga domino agar dapat berkembang hingga ke tingkat internasional. Pengakuan ini mendapat sambutan positif dari jajaran pengurus pusat pengelola olahraga domino tersebut.
Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial, menyampaikan bahwa momentum ini merupakan sebuah pijakan penting bagi perjalanan organisasi yang sedang berkembang. Status baru ini diyakini akan meningkatkan kualitas kompetisi di daerah.
"Ini bukan hanya pengakuan terhadap organisasi, tetapi juga bentuk kepercayaan bahwa olahraga domino memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi," ujar Yooky Tjahrial, Ketua Umum PB Orado.
Manajemen PB Orado selanjutnya berencana untuk melakukan konsolidasi organisasi yang lebih masif secara vertikal dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Upaya ini difokuskan demi melahirkan sistem pembinaan yang berkelanjutan bagi para atlet.
"Kami ingin membangun domino bukan sekadar permainan masyarakat, tetapi menjadi olahraga strategi yang memiliki sistem pembinaan berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi," kata Yooky Tjahrial, Ketua Umum PB Orado.