Istri Wali Kota New York Zohran Mamdani, Rama Duwaji, terekam dalam video sedang berinteraksi dengan Miss Israel 2025 Melanie Shiraz yang memicu perdebatan hangat di media sosial. Sebagaimana dilansir dari Wolipop, pertemuan tak terduga yang diunggah melalui akun Instagram Shiraz tersebut memperlihatkan perubahan sikap Duwaji setelah mengetahui identitas sang ratu kecantikan.
Video tersebut menampilkan momen saat Duwaji sempat memberikan senyum ke arah kamera sebelum akhirnya berusaha keluar dari bingkai rekaman. Perubahan ekspresi tersebut dinilai Shiraz terjadi tepat setelah dirinya memperkenalkan diri sebagai perwakilan dari Israel, mengingat posisi Duwaji sebagai pendukung aktif Palestina.
"Dia sopan, tapi jelas nadanya berubah. Sebelum merekam, saya sempat minta foto dan memperkenalkan diri. Setelah itu, dia bilang 'maaf' dan tidak ingin melanjutkan," kata Melanie Shiraz, Miss Israel 2025.
Setelah penolakan tersebut, Shiraz menyatakan bahwa dirinya tetap berupaya untuk membangun komunikasi lebih lanjut guna membahas perbedaan perspektif di antara mereka berdua.
"Saya bilang penting untuk berdialog tanpa mendiskreditkan pihak lain. Tapi dia tetap menolak dan memilih mengakhiri interaksi," ujar Melanie Shiraz, Miss Israel 2025.
Narasi yang dibawa oleh Shiraz mendapatkan respons dingin dari publik di media sosial yang lebih menyoroti dampak kemanusiaan dalam konflik Israel-Palestina. Berbagai komentar warganet justru mempertanyakan empati Shiraz terhadap situasi yang sedang terjadi di wilayah konflik tersebut.
"Apa pendapat Anda mengenai Netanyahu dan perlakuan tidak manusiawi terhadap Palestina," tulis salah satu netizen, sebagaimana dilaporkan Wolipop.
Kritik lain juga mengalir dengan menyebut adanya ironi dalam pernyataan yang disampaikan oleh Shiraz mengenai sikap tidak berperikemanusiaan.
"Lucunya kamu sedang membicarakan tentang tidak berperikemanusiaan pihak lain. Ironis," tulis netizen lain.
Sentimen negatif terhadap narasi Shiraz diperkuat dengan komentar yang menyoroti jumlah korban jiwa dalam peperangan yang sedang berlangsung.
"1100 bayi dibunuh di Gaza oleh Israel," tulis komentar keras lainnya.
Rama Duwaji sendiri merupakan seniman berusia 28 tahun yang dikenal vokal menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina melalui berbagai platform digital. Meski sempat meminta maaf atas penggunaan kata-kata ekstrem pada beberapa unggahan sebelumnya, ia tetap memegang prinsip yang teguh terkait perjuangan tersebut.
"Jika itu baik untuk perjuangan saya, saya siap menerima kematian," kata Rama Duwaji, Istri Wali Kota New York.