Petenis tunggal putra Jannik Sinner memicu perdebatan regulasi setelah menerima timeout medis akibat mengalami kram saat menghadapi Juan Manuel Cerundolo pada babak kedua Prancis Terbuka 2026 hari Kamis, 28 Mei 2026.
Dilansir dari laporan sports.yahoo.com, petenis peringkat satu dunia tersebut awalnya mendominasi permainan dengan memenangi dua set pertama. Namun, performa Sinner merosot tajam pada set ketiga ketika ia kehilangan 15 poin beruntun dalam posisi unggul 5-1 dan mulai memegangi punggungnya sebelum melakukan servis.
Sinner kemudian dihampiri oleh wasit di lapangan untuk berdiskusi mengenai kondisinya, di mana sang petenis mengkhawatirkan masalah dehidrasi. Wasit menjelaskan bahwa izin interupsi medis bergantung pada keputusan tim dokter setelah pemeriksaan, hingga akhirnya Sinner diizinkan mengambil timeout medis dan meninggalkan lapangan sesaat.
Keputusan tersebut menuai kritik tajam karena regulasi tenis profesional melarang pemberian timeout medis untuk pemain yang mengalami kram. Mantan petenis sekaligus analis TNT, Jim Courier, mengecam keras dispensasi yang diberikan oleh perangkat pertandingan tersebut dalam siaran langsung.
"This is absolute baloney," kata Jim Courier, Analis TNT.
Courier menilai pemberian kelonggaran aturan tersebut tidak adil bagi pemain lain. Ia menyatakan ada kecenderungan aturan sengaja dibengkokkan demi menguntungkan para petenis papan atas yang menjadi daya tarik utama olahraga ini.
"That’s not fair. That’s not right," tambah Jim Courier, Analis TNT.
Setelah jeda tersebut, Sinner kembali ke lapangan tetapi tetap kehilangan set ketiga. Penurunan kondisi fisik berlanjut pada set keempat saat Sinner takluk 6-1 dari Cerundolo, sehingga memaksa pertandingan berlanjut hingga set kelima.
Insiden serupa juga dialami Sinner saat menghadapi Daniil Medvedev pada turnamen Italia Open 2026. Kala itu, Sinner yang mengalami gangguan fisik di set ketiga juga mendapatkan timeout medis, meskipun sempat diprotes oleh Medvedev sebelum akhirnya Sinner bangkit dan memenangi laga.
Pascapertandingan di Italia tersebut, Medvedev sempat menyuarakan perlunya perubahan regulasi agar perawatan kram secara resmi diizinkan oleh fisioterapis selama tiga menit di atas lapangan.
"Allow medical treatment for help," kata Daniil Medvedev, Petenis Profesional.
Medvedev berpendapat bahwa bantuan medis luar lapangan harus diperjelas batasannya untuk menjaga sportivitas. Ia meminta adanya durasi penanganan yang seragam bagi setiap pemain yang mengalami kendala serupa.
"Sorry. Allow medical, meaning physio, three minutes, when you have cramps," tutur Daniil Medvedev, Petenis Profesional.
Sementara itu, dari laporan theguardian.com pada hari yang sama, Naomi Osaka berhasil melaju ke babak keempat untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah memenangi laga dua set langsung. Osaka mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian milestone tersebut di hadapan para penonton Paris.
"Merci," ucap Naomi Osaka, Petenis Putri.
Di sisi lain, petenis putri Jovic tampil impresif dengan memimpin 4-0 atas Navarro setelah sempat mengambil rehat karier untuk memulihkan kondisi mental dan fisiknya. Jovic menegaskan pentingnya menormalisasi jeda dari penatnya jadwal tur demi menjaga kesehatan tubuh dan pikiran atlet top.
"I think it should be normalised. The circuit is very tough, long, and exhausting. Fans see us on TV for an hour and a half every few days, and that’s pretty much all they see of many things we do on and off the court. So yes, there is a lot involved in trying to be at the top level in your sport, and it requires constant care of the body and mind. It takes a toll, without a doubt. It’s important to normalise it and take a break if necessary. I tried to step back from the circuit and didn’t follow the results or watch any tennis matches when I wasn’t playing. I just wanted to feel like a normal person, a person who wasn’t playing tennis, rather than a tennis player. I spent a lot of time with my family and friends at home and, well, yes, I managed to feel quite normal. That was really nice. Yes, it made me appreciate many things when returning to the circuit," kata Jovic, Petenis Putri.