Everton menahan imbang Manchester City dengan skor 3-3 dalam pertandingan penuh drama di Hill Dickinson Stadium pada Selasa, 5 Mei 2026. Laga ini memicu perdebatan setelah gol pembuka Thierno Barry disahkan wasit meski sang striker berada dalam posisi offside saat menerima bola dari bek City, Marc Guehi.
Gol tersebut bermula dari umpan terobosan Merlin Rohl yang tidak akurat, namun Guehi melakukan kesalahan fatal dengan memberikan operan ke belakang yang terlalu lemah. Barry kemudian menyambar bola tersebut untuk mencetak gol meskipun asisten wasit sempat mengangkat bendera tanda offside sebelum dianulir oleh Michael Oliver.
Keputusan tersebut didasarkan pada aturan yang menilai apakah pemain yang offside memengaruhi tindakan lawan. Karena Guehi dianggap memiliki kontrol penuh atas tindakannya saat memainkan bola, maka posisi offside Barry otomatis menjadi onside sesuai interpretasi peraturan terkini.
"Barry is in an offside position when the ball is played but it's down to Guehi," kata Andy Hinchcliffe, mantan bek Manchester City dan Everton melalui Sky Sports.
Hinchcliffe menambahkan bahwa kesalahan defensif murni dari pemain bertahan dapat membatalkan pelanggaran offside penyerang. Menurutnya, hal ini merupakan konsekuensi dari aturan yang menghindari pemberian penalti pada setiap pemain yang berada di posisi offside tanpa mengganggu lawan.
"He is in control of his actions, so suddenly the attacker goes from offside to onside. That is why the goal rightly stands. That is disastrous from Guehi." ujar Andy Hinchcliffe.
Kekecewaan pihak tuan rumah berlanjut pada menit ke-85 saat Merlin Rohl dijatuhkan oleh Bernardo Silva di area terlarang. Manajer Everton, David Moyes, meluapkan kemarahannya karena timnya tidak diberikan hadiah penalti oleh wasit maupun peninjauan VAR oleh Paul Howard.
"If that doesn't get given as a penalty, then it's an absolute free-for-all from now on," cetus David Moyes, Manajer Everton.
Moyes menilai insiden tersebut merupakan pelanggaran nyata karena pemainnya ditarik hingga terjatuh saat situasi sepak pojok. Namun, VAR memutuskan tidak ada penalti karena pelanggaran terjadi sebelum bola berada dalam permainan (in play).
"I might have to start coaching my defenders how to defend differently completely," lanjut David Moyes.
Moyes merasa aturan saat ini membiarkan pemain untuk bergulat di lapangan tanpa sanksi yang jelas. Ia menegaskan keterkejutannya atas keputusan wasit yang mengabaikan insiden fisik tersebut.
"It looks like now you're able to sort of grapple and wrestle on the ground if you want." tambah David Moyes.
Keputusan ini membuat Everton menjadi satu-satunya tim di Liga Inggris musim ini yang belum mendapatkan keuntungan dari perubahan keputusan VAR. Sebaliknya, data menunjukkan Chelsea telah mendapatkan 11 intervensi VAR yang menguntungkan mereka sejauh ini.
"I'm absolutely amazed." pungkas David Moyes.
Meskipun merasa dirugikan, data dari panel insiden kunci Liga Inggris mencatat Everton sebenarnya telah diuntungkan oleh empat kesalahan wasit musim ini. Hingga saat ini, The Toffees tercatat hanya menderita satu kesalahan fatal dari VAR saat melawan Arsenal di kandang sendiri.