Parade perayaan juara Persib Bandung diwarnai aksi kriminalitas dan kericuhan yang melibatkan dua pemain Maung Bandung di tengah kerumunan suporter pada Minggu, 25 Mei 2026. Dilansir dari Medcom, gelaran konvoi tersebut memicu insiden hilangnya telepon genggam milik Frans Putros serta menyulut emosi bek Federico Barba.
Kepadatan ribuan bobotoh yang memadati jalanan membuat kendaraan rombongan pemain tidak mampu menembus rute menuju titik akhir. Akibat situasi yang tidak kondusif tersebut, para pemain terpaksa turun dan berjalan kaki di tengah lautan manusia hingga memicu terjadinya sejumlah insiden.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan konfirmasi resmi mengenai hilangnya ponsel milik salah satu pemain Persib akibat situasi massa yang tidak terkendali tersebut.
“Secara keseluruhan sekarang ini sebetulnya berjalan sangat lancar, tapi memang ketika pemain akan dibawa ke pendopo untuk istirahat dan titik terakhir, ya tersendat karena enggak ada kendaraan yang bisa tembus. Jadi terpaksa jalan. Putros kehilangan handphone itu insiden yang saya tahu,” ujar Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi serius untuk memperketat pengamanan pada perayaan juara di masa depan. Selain kasus kehilangan, bek asal Italia Federico Barba juga menjadi sorotan setelah kepalanya terbentur tiang bendera yang dibawa suporter.
Barba yang tersulut emosi kedapatan menendang pagar pembatas di atas kendaraan konvoi dan mendorong seorang suporter yang berusaha mendekatinya saat berjalan di tengah kerumunan. Rangkaian insiden ini memicu kritik dari warganet yang menilai sistem pengamanan dari panitia penyelenggara tidak berjalan optimal dalam melindungi keselamatan pemain.