Konyaspor mengamankan posisi sebagai finalis pertama Ziraat Turkiye Kupasi setelah menumbangkan tuan rumah Besiktas dengan skor tipis 1-0 pada Selasa, 5 Mei 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Tupras tersebut ditentukan oleh gol pada masa tambahan waktu babak kedua.
Kemenangan tim tamu dipastikan melalui eksekusi klinis Enis Bardhi pada menit ke-90+8. Hasil ini membuat Konyaspor berhak melaju ke partai puncak, sekaligus memupus harapan Besiktas untuk meraih gelar juara di kompetisi domestik musim ini.
Kekalahan di hadapan publik sendiri memicu reaksi keras dari para pendukung tim berjuluk Siyah-beyazlı tersebut. Berdasarkan laporan kibrisgazetesi.com, suasana stadion memanas setelah peluit panjang dibunyikan karena ketidakpuasan penonton terhadap hasil laga.
Para penggemar Besiktas secara terbuka menyuarakan protes dengan mendesak jajaran manajemen di bawah kepemimpinan Presiden Serdal Adali untuk mundur. Selain itu, tuntutan serupa juga diarahkan kepada pelatih kepala Sergen Yalcin agar segera melepaskan jabatannya dari kursi kepelatihan.
Situasi ini kontras dengan seremoni yang dilakukan tepat sebelum pertandingan dimulai. Sergen Yalcin sebenarnya baru saja menerima penghargaan spesial atas pencapaiannya memimpin Besiktas dalam 100 pertandingan di Liga Super Turki.
Penyerahan plakat penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Serdal Adali di pinggir lapangan. Penghormatan ini diberikan menyusul laga ke-100 Yalcin yang sebelumnya telah tercapai saat Besiktas menghadapi Fatih Karagümrük.