Konyaspor berhasil melangkah ke babak final Ziraat Turkish Cup setelah menaklukkan tuan rumah Besiktas dengan skor tipis 1-0 di Stadion Tupras, Dolmabahce, pada Selasa, 5 Mei 2026. Gol tunggal kemenangan tim tamu tercipta melalui eksekusi penalti pada masa tambahan waktu babak kedua yang memupus harapan gelar juara bagi tim berjuluk Elang Hitam tersebut.
Kekalahan ini memicu gelombang protes dari pendukung tuan rumah di stadion akibat kegagalan strategi dan manajemen tim di lapangan. Penalti yang diputuskan wasit Adnan Deniz Kayatepe pada menit ke-90+4 menjadi titik balik laga setelah Kazeem Olaigbe dilanggar oleh Junior Olaitan di area terlarang.
Gelandang Konyaspor, Enis Bardhi, maju sebagai eksekutor dan berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-90+8. Keberhasilan ini membawa Konyaspor mencapai partai final piala domestik untuk kedua kalinya dalam sejarah klub, mengulang memori kesuksesan mereka pada musim 2016-2017 silam.
Besiktas sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang emas yang gagal berbuah gol. Upaya dari El Bilal Toure dan Orkun Kokcu hanya membentur tiang gawang, sementara keputusan pelatih memasukkan Vaclav Cerny pada menit ke-83 dinilai terlambat oleh para penggemar.
Pasca pertandingan, atmosfer di stadion memanas dengan tuntutan mundur yang diarahkan kepada pelatih Besiktas, Sergen Yalcin. Para pendukung meluapkan kekecewaan mereka dengan melemparkan botol air ke arah sang pelatih sebagai bentuk protes atas hasil minor yang dialami klub di kompetisi ini.
Kemenangan ini memastikan Konyaspor menanti calon lawan di babak final antara pemenang laga Genclerbirligi melawan Trabzonspor. Di sisi lain, manajemen Besiktas kini menghadapi tekanan besar untuk melakukan evaluasi menyeluruh menyusul kegagalan mereka mempertahankan peluang meraih trofi musim ini.