Krisis Finansial Liga India Ancam Operasional Kerala Blasters

Krisis Finansial Liga India Ancam Operasional Kerala Blasters

Krisis finansial yang melanda Indian Super League (ISL) kini mengancam kelangsungan operasional Kerala Blasters menjelang laga kontra FC Goa di Kochi pada Senin, 18 Mei 2026. Ancaman penghentian operasional ini mencuat akibat belum adanya peresmian mitra komersial baru oleh otoritas sepak bola setempat.

Dilansir dari laporan onmanorama.com, Kerala Blasters bersama sejumlah klub kontestan ISL lainnya mengkhawatirkan masa depan kompetisi. Situasi pelik ini terjadi setelah pihak klub dilaporkan menolak tawaran sponsor dari Genius Sports yang bernilai Rp64 crore per tahun.

Ketidakpastian masa depan liga sepak bola kasta tertinggi India tersebut turut berdampak langsung pada posisi manajer interim Kerala Blasters, Ashley Westwood. Mantan arsitek tim yang menggantikan David Catala sejak Maret lalu itu memilih menahan proses perpanjangan masa baktinya meski telah membawa tim mendulang 13 poin dari enam laga.

"Tapi saya pribadi, ketika saya datang ke sini, saya katakan, dengar, saya datang untuk membantu. Saya punya tujuh pertandingan, biarkan saya fokus pada tujuh pertandingan, biarkan saya memberikan sebanyak yang saya bisa," kata Ashley Westwood, pelatih interim Kerala Blasters.

Berdasarkan data klasemen dari goal.com, posisi kedua tim saat ini tengah bersaing ketat di papan tengah. FC Goa bertengger di peringkat ketujuh, tepat satu tingkat di atas Kerala Blasters yang berada di urutan kedelapan dengan rekor pertemuan yang seimbang dalam lima laga terakhir.

Guna mencari jalan keluar dari krisis komersial ini, seluruh klub ISL kecuali East Bengal kini telah menyerahkan proposal resmi. Pertemuan bersama All India Football Federation (AIFF) untuk membahas solusi permasalahan finansial tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026.

Artikel terkait