Ancaman degradasi yang dihadapi West Ham United pada akhir musim 2026 memicu perburuan besar-besaran dari sejumlah klub raksasa Liga Inggris, termasuk Manchester United, Liverpool, dan Chelsea, untuk mendatangkan kapten tim Jarrod Bowen.
Kekalahan 3-1 dari Newcastle United pada hari Minggu, 17 Mei 2026, membuat West Ham terpuruk di peringkat ketiga dari bawah dan tertinggal dua poin dari zona aman dengan menyisakan laga krusial melawan Leeds United. Dilansir dari The Guardian dan TEAMtalk, West Ham dipastikan turun kasta ke Championship jika Tottenham Hotspur berhasil meraih minimal satu poin dari dua pertandingan sisa mereka.
Kondisi ini memaksa The Hammers mengumpulkan dana transfer lebih dari 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2 triliun akibat krisis keuangan, setelah mencatat kerugian sebesar 104,2 juta poundsterling pada tahun finansial lalu. Penurunan kasta diprediksi memicu eksodus massal karena klausul pemotongan gaji otomatis, di mana nama-nama seperti Aaron Wan-Bissaka, Jean-Clair Todibo, Mateus Fernandes, Crysencio Summerville, dan El Hadji Malick Diouf mulai diincar klub-klub besar Eropa.
Manchester United dilaporkan memantau ketat situasi ini demi menambah amunisi lini serang mereka. Pihak manajemen Setan Merah, yang dikabarkan segera menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala permanen dengan kontrak dua tahun, merencanakan perubahan taktis yang mengejutkan dengan memproyeksikan penyerang tim nasional Inggris berusia 29 tahun itu sebagai opsi utama di posisi sayap kiri.
Spekulasi mengenai masa depannya langsung direspon oleh Jarrod Bowen yang mengakui bahwa dirinya selalu mengevaluasi kariernya di setiap akhir musim kompetisi.
"I sudah melakukannya sejak saya di Hull. Saya duduk dan merenung di akhir setiap musim, memikirkan, apa yang terbaik bagi saya? Apa yang saya rasakan? Apa insting saya? Lalu saya mengambil keputusan dan melanjutkannya," kata Bowen kepada Sky Sports.
Selain ketertarikan dari klub luar, Bowen juga menilai performa buruk West Ham musim ini merupakan kelanjutan dari masalah yang sudah muncul sejak setahun lalu. Pergantian manajer di awal musim serta adaptasi pemain baru dianggapnya bukan sebagai alasan atas keterpurukan tim saat ini.
"Perjuangan menghindari degradasi musim ini tidak langsung terjadi begitu saja. Perjuangan itu mulai muncul sedikit demi sedikit sejak musim lalu," kata Bowen kepada Sky Sports.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh tanggung jawab berada di tangan para pemain yang tampil di lapangan hijau.
"Tapi kami pikir kami akan lebih baik musim ini. Jelas, kami punya manajer baru, lalu kami mengganti manajer setelah beberapa pertandingan. Pemain baru akan datang. Anda tidak boleh hanya duduk di sini dan memberikan alasan. Bukan itu maksud saya, karena pada akhir ini tentang kita. Semuanya tergantung pada kita. Kitalah yang bermain," kata Bowen.
Kapten West Ham ini mengakui performa kolektif maupun individu skuad The Hammers sepanjang musim ini memang belum memenuhi standar yang diharapkan.
"Anda bisa mengatur strategi sedemikian rupa sehingga Anda bisa melakukan berbagai hal. Tetapi ketika Anda melewati batas itu, yang ada di lapangan adalah 11 pemain Anda melawan 11 pemain mereka," kata Bowen.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi performa pribadinya yang dirasa menurun di tengah bayang-bayang degradasi klub asal London Timur tersebut.
"Pada akhirnya memang seperti itu. Dan kami belum bermain cukup baik. Kami belum cukup bagus sebagai sebuah tim. Saya belum bermain sesuai standar yang saya tahu mampu saya capai. Saya cukup dewasa untuk menerima itu. Saya hanya belum bermain cukup baik," kata Bowen.
Manajer West Ham United, Nuno Espirito Santo, turut menyampaikan kekecewaannya dan menegaskan tanggung jawab moral tim kepada para pendukung.
"A bad day": Nuno says West Ham owe their fans ‘respect and dignity’
Selain trio United, Liverpool, dan Chelsea, minat terhadap Bowen juga datang dari Tottenham Hotspur, Newcastle United, Aston Villa, serta Everton yang kini ditangani mantan pelatihnya, David Moyes. Kendati demikian, laporan internal dari TEAMtalk menyebutkan bahwa penyerang tim nasional Inggris tersebut sebenarnya sangat betah hidup di London dan berkomitmen penuh kepada pihak klub.