Legenda Manchester United Wayne Rooney melontarkan kritik keras terhadap keputusan manajemen Manchester City yang kerap mencadangkan Phil Foden pada musim 2025/2026. Hal tersebut disampaikan Rooney pada Selasa, 5 Mei 2026, bertepatan dengan kabar tercapainya kesepakatan prinsip kontrak baru sang gelandang serang di Stadion Etihad.
Mantan kapten tim nasional Inggris tersebut menilai Foden merupakan talenta luar biasa yang seharusnya menjadi pilihan utama di skuat asuhan Pep Guardiola. Meski pemain berusia 25 tahun itu sedang mengalami penurunan performa dan tidak mencetak gol sejak Desember lalu, Rooney menganggap kualitas individu Foden tetap tidak tergantikan.
"Foden has to play every game for me," kata Rooney melalui BBC Sounds' The Wayne Rooney Show.
Rooney menyoroti bagaimana pemain lulusan akademi City itu telah membuktikan loyalitas dan kemampuannya dengan mengoleksi enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions. Namun, Foden justru hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam drama enam gol melawan Everton pada Senin lalu.
"I think you have to put him in the team. I've been big on this with Phil Foden - I love watching him play," ujar Rooney.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa United tersebut juga memuji kemampuan teknis sang pemain dalam mencari ruang di lapangan. Ia merasa kecewa melihat pemain sekaliber Foden harus berbagi menit bermain dengan pemain baru atau pemain asing di skuat The Citizens.
"I love his little movements, I love how he gets into pockets of space. It's not nice watching him sitting on the bench and I think he has to play every game," tutur Rooney.
Rooney mengakui bahwa Manchester City memiliki banyak talenta baru yang impresif di sektor penyerangan. Nama-nama seperti Cherki, Semenyo, hingga Jeremy Doku dianggap telah memberikan warna baru bagi permainan City musim ini.
"I know you've got Cherki and Semenyo who has come in and Doku who is a breath of fresh air as well - he's incredible. But, I think you just have to play Foden," tegas Rooney.
Komentar ini muncul di tengah rumor mengenai kehidupan pribadi atau masalah internal yang mungkin memengaruhi performa Foden. Rooney membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya sendiri saat masih aktif bermain, namun ia menekankan bahwa sangat jarang mendengar hal negatif tentang Foden.
"When you're in Manchester you hear different things on players. I was the same - people will have heard things on me when I was playing. But, it's very rarely with Foden. So, I couldn't tell you if there is something going on behind the scenes, but I think think he's come throught he academy, battled to get to the first team, won six Premier League titles - it's incredible," lanjut Rooney.
Rooney menambahkan bahwa ia sempat mengira kepergian Kevin De Bruyne akan memberikan peran sentral permanen bagi Foden. Ia merasa heran ketika melihat pemain dengan kualitas teknik tinggi justru dipinggirkan untuk waktu yang cukup lama saat sedang mengalami periode sulit.
"To see him sat on the bench, even for Man City, is not nice to watch. Then you see foreign lads coming in and getting opportunities ahead of him. When De Bruyne went I thought, 'put him in there and leave him in there'," ucap Rooney.
Kekalahan dari persaingan perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini juga menjadi faktor pendukung argumentasi Rooney. Saat ini Manchester City tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Arsenal dengan tabungan satu pertandingan sisa.
"I think he was doing well [this season]. He's had bad moments, but when you have a bad moment and you're taken out and put on the sidelines for weeks on end, I just think a player of that quality, you have to just keep playing him," tutup Rooney.