Pelatih Cherie DeVaux mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang membawa kudanya, Golden Tempo, meraih kemenangan dalam ajang Kentucky Derby pada Sabtu, 3 Mei 2026. Keberhasilan kuda jantan keturunan Curlin ini diraih melalui aksi comeback yang memukau setelah sempat berada di posisi terakhir hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan pertama.
Kuda milik Phipps Stable dan St. Elias Stable tersebut tampak bugar dan penuh energi saat ditemui di kandang Keeneland pada Selasa, 5 Mei 2026. DeVaux mengungkapkan bahwa fasilitas latihan di Keeneland, Lexington, menjadi bagian integral dalam mempersiapkan Golden Tempo menghadapi tantangan di Churchill Downs.
Sebelum kemenangannya, Golden Tempo tercatat memenangkan balapan perdananya di Fair Grounds Race Course & Slots pada Desember lalu dan menetap di Louisiana untuk empat laga pembuka. Setelah menempati posisi ketiga di Louisiana Derby (G2), ia dipindahkan ke Lexington untuk menjalani seluruh sesi latihan akhir di lintasan Keeneland.
"The track is very consistent. It's very safe," kata Devaux, pelatih Golden Tempo.
DeVaux menjelaskan bahwa dirinya selalu berusaha meminimalisir perubahan permukaan lintasan yang terlalu sering bagi kuda-kudanya selama masa pelatihan. Karena kandang mereka di Churchill Downs belum siap saat kepindahan dari Fair Grounds, ia memutuskan untuk tetap bertahan di fasilitas Keeneland yang dinilai sangat mumpuni.
"I've had great luck training here and going over to Churchill. One thing that I try to minimize with my horses is changing surfaces too much in their training," ujar Devaux.
Keputusan tersebut terbukti tepat setelah Golden Tempo menunjukkan performa luar biasa dalam balapan yang sering disebut sebagai dua menit paling mendebarkan dalam olahraga tersebut. DeVaux memberikan apresiasi tinggi kepada Keeneland Association yang telah mendukung karier dan bisnis kepelatihannya selama menetap di sana.
"We came from Fair Grounds and came right to Keeneland. We weren't set up at Churchill, and our barn wasn't ready when we got here. It just made sense to stay here. I have all the faith in the world that training over the Keeneland track does transfer over to a good performance at Churchill," kata Devaux.
Manajemen Keeneland dinilai sangat membantu para penggiat olahraga berkuda dan selalu memprioritaskan kesejahteraan hewan. Hal ini membuat DeVaux merasa beruntung bisa menjadikan lokasi tersebut sebagai basis operasinya sepanjang tahun.
"Keeneland Association has been wonderful," tutur Devaux.
Pelatih wanita ini menegaskan bahwa kerja sama yang baik dengan pihak pengelola lintasan telah terjalin sejak awal ia menetap di Lexington. Fokus utama mereka adalah memastikan kondisi terbaik bagi setiap kuda yang berlatih di sana.
"They have been an integral part of my career and our business, because they go above and beyond to help the horsemen," ujar Devaux.
Interaksi harian dengan tim pengelola mempermudah proses persiapan atletik kuda-kuda sebelum menghadapi kompetisi besar. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana yang aman dan pelayanan prima bagi seluruh komunitas pemilik kuda.
"I'm stabled here year-round, and I'm very fortunate for that, but really, they are here for the horses, and they've been great to work with ever since I've made my home base," kata Devaux.
Terkait rencana ke depan, Golden Tempo dijadwalkan melakukan joging ringan pada 6 dan 7 Mei 2026 serta mulai berlari galop pada 8 Mei mendatang. Keputusan mengenai keikutsertaan dalam Preakness Stakes (G1) akan sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat aktivitas sang kuda.
"I appreciate that there is history with the Triple Crown. I appreciate that everyone's excited about it," kata Devaux.
DeVaux menegaskan bahwa dirinya tidak akan memaksakan kuda untuk bertanding demi mengejar sejarah Triple Crown jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan. Baginya, tugas utama seorang pelatih adalah menjaga keselamatan hewan yang menjadi tanggung jawabnya.
"However, the horse comes first. Other people's opinions are not part of the conversation," ujar Devaux.
Kesejahteraan Golden Tempo tetap menjadi prioritas utama di atas ekspektasi publik maupun ambisi mengejar gelar tambahan di Maryland. DeVaux menekankan bahwa profesinya sebagai pelatih kuda adalah pengabdian hidup yang mutlak.
"Being a horse trainer is my first obligation, and that's my life's passion and my life's work. Everything else is secondary," tegas Devaux.