Dunia balap internasional berduka setelah pembalap dengan kemenangan terbanyak dalam tiga seri utama NASCAR, Kyle Busch, dilaporkan meninggal dunia pada usia 41 tahun.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, juara dua kali NASCAR Cup Series tersebut sempat menarik diri dari balapan Coca-Cola 600 akhir pekan ini. Pihak tim menyatakan bahwa Busch harus absen akibat menderita sakit keras, meskipun hingga kini penyebab pasti kematiannya belum diumumkan secara resmi.
Pengumuman duka cita tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan bersama dari pihak keluarga, tim Richard Childress Racing, dan organisasi NASCAR pada Kamis, 21 Mei 2026.
"Our entire NASCAR family is heartbroken by the loss of Kyle Busch," ujar pihak keluarga, Richard Childress Racing, dan NASCAR dalam sebuah pernyataan resmi.
Pihak keluarga dan tim menambahkan bahwa mendiang merupakan talenta langka yang menjadi inspirasi bagi generasi pembalap muda melalui kiprahnya di Truck Series.
"A future Hall of Famer, Kyle was a rare talent, one who comes along once in a generation. He was fierce, he was passionate, he was immensely skilled and he cared deeply about the sport and fans. Throughout a career that spanned more than two decades, Kyle set records in national series wins, won championships at NASCAR’s highest level and fostered the next generation of drivers as an owner in the Truck Series. His sharp wit and competitive spirit sparked a deep emotional connection with race fans of every age, creating the proud and loyal ‘Rowdy Nation.’" tambah pihak perwakilan tersebut.
Kepergian pria kelahiran Las Vegas ini meninggalkan duka mendalam bagi istrinya, Samantha, kedua anaknya, Brexton dan Lennix, serta saudaranya, Kurt Busch. Sepanjang kariernya yang gemilang, ia berhasil membukukan 234 kemenangan di tiga seri teratas NASCAR, termasuk 63 kemenangan di Cup Series yang menempatkannya di peringkat kesembilan sepanjang masa.
Prestasi fenomenal dicatatkannya saat menjuarai Cup Series tahun 2015 dan 2019. Pada musim 2015, ia sempat mengalami kecelakaan hebat di Daytona yang mematahkan kedua kakinya, namun mampu bangkit dan memenangkan gelar juara setelah mendapat dispensasi medis.
Sebelum wafat, Busch masih aktif menjalani musim ke-22 di Cup Series dan sempat finis di posisi kedelapan di Watkins Glen sebelas hari lalu. Enam hari lalu, ia bahkan sukses memenangkan balapan Truck Series di Dover yang menjadi balapan poin terakhirnya.
Seusai kemenangan terakhir tersebut, Busch sempat memberikan jawaban emosional ketika ditanya mengapa momen kemenangan tidak pernah terasa membosankan bagi dirinya.
"Because you never know when the last one is." kata Kyle Busch saat itu.
Mantan rekan satu timnya, Denny Hamlin, turut menyampaikan rasa tidak percaya dan kesedihan mendalam melalui sebuah unggahan di media sosial X.
"Absolutely cannot comprehend this news," tulis Denny Hamlin.
Hamlin juga mengajak seluruh komunitas balap untuk memberikan dukungan moral dan doa kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
"We just need to think of his family during this time. We love you KB." tambah Denny Hamlin.
Ungkapan duka juga mengalir dari sesama rival di lintasan balap, Ricky Stenhouse, yang mengagumi totalitas dan dedikasi tinggi Busch di setiap putaran sirkuit.
"There aren’t really words for today," tulis Ricky Stenhouse.
Stenhouse menegaskan bahwa kehadiran Busch telah memotivasi para pembalap lain untuk tampil lebih baik, dan atmosfer kompetisi akan terasa berbeda tanpa kehadirannya.
"I’ve raced against Kyle for a long time, and anyone who’s lined up next to him knows exactly what made him special, he gave you everything he had, every single lap, and he made all of us better for it." tambah Ricky Stenhouse.
Ia pun menyampaikan salam perpisahan terakhir untuk pembalap yang memiliki julukan ikonik tersebut.
"… Rest easy, Rowdy. The sport won’t be the same without you." lanjut Ricky Stenhouse.
Karier balap Busch sendiri dimulai sejak usia muda di bawah bimbingan ayahnya, Tom, hingga berhasil menyabet gelar Rookie of the Year pada 2004 dan 2005 bersama Hendrick Motorsports.
Pemilik tim Hendrick Motorsports, Rick Hendrick, turut memberikan penghormatan atas semangat kompetitif yang dimiliki mantan pembalapnya tersebut.
"Kyle was one of the most talented drivers I’ve ever seen and a racer in the truest sense of the word," kata Rick Hendrick dalam pernyataan tertulisnya.
Hendrick mengenang determinasi tinggi yang selalu terpancar dari dalam diri Busch selama mengarungi kompetisi.
"He had a fire and competitive spirit that drove him to be great." lanjut Rick Hendrick.
Setelah berpisah dengan Hendrick pada 2007, Busch bergabung dengan Joe Gibbs Racing dan mendominasi balapan selama 12 tahun menggunakan mobil Toyota nomor 18. Karakter agresifnya di lintasan sempat membuatnya menjadi figur yang memicu polarisasi di kalangan penggemar, di mana ia sering membungkuk di hadapan penonton yang mencemoohnya setelah memenangkan balapan.
Pada akhir kariernya, Busch yang pindah ke Richard Childress Racing pada 2022 mulai mendapat respek luas dari penggemar seiring fokusnya mendampingi karier balap putranya, Brexton. Kemenangan terakhirnya tercatat di World Wide Technology di Gateway pada Juni 2023, dan posisi pole terakhirnya diraih pada ajang Daytona 500 awal tahun 2026 ini.