Penyerang tim nasional Prancis Kylian Mbappe menghadapi tekanan besar dari berbagai gelombang kritik domestik dan internasional menjelang bergulirnya turnamen akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Gelombang kritik tersebut mencakup tuduhan mementingkan diri sendiri dari mantan pemain legendaris, sorotan atas sikap politiknya, hingga kecaman publik terkait biaya liburan mewah bersama kekasihnya, Ester Exposito, yang dilaporkan mencapai 500 ribu dolar AS menggunakan jet pribadi dan kapal pesiar.
Di tengah kegaduhan yang beredar luas baru-baru ini, kapten Les Bleus itu menegaskan kesiapan penuh dirinya untuk memimpin skuad di bawah asuhan Didier Deschamps melalui wawancara bersama Vanity Fair saat berada di pusat latihan Clairefontaine-en-Yvelines.
"I'm the captain of the team. It's different now. It's a different responsibility. But I'm ready for that, ready to lead my team to the biggest stage game, and I hope that we are gonna go back with the trophy in Paris and in the Champs-Elysees." kata Kylian Mbappe, Penyerang Timnas Prancis.
Mantan penyerang Paris Saint-Germain yang kini berseragam Real Madrid tersebut menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah memberikan performa terbaik di lapangan hijau.
"I think when you play, you don't think about the legacy. You think about to perform, and to bring the trophy home." ujar Kylian Mbappe, Penyerang Timnas Prancis.
Sebelumnya, mantan bek Chelsea yang menjuarai Piala Dunia 1998 Frank Leboeuf melayangkan penilaian tajam kepada SportsBoom atas nama CSB terkait kapasitas kepemimpinan Mbappe.
"No, Kylian Mbappe bukanlah seorang pemimpin bagi saya karena dia terlalu egois dalam pemikirannya, dalam cara dia berpikir," kata Frank Leboeuf, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Leboeuf membandingkan sifat individualis Mbappe dengan pemain lain di skuad modern seperti William Saliba dan N'Golo Kante yang dinilai lebih rela berkorban demi tim.
"Itulah mengapa saya menyukai orang-orang seperti William Saliba dan N’Golo Kante, pemain-pemain seperti itu yang siap berkorban untuk tim," jelas Frank Leboeuf, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Kritik lain juga datang dari mantan Presiden UEFA Michel Platini menyusul pernyataan politik Mbappe sekitar tiga minggu lalu yang menolak partai sayap kanan National Rally.
"He's right to take them when he's not wearing the captain's armband or the French national team jersey." ujar Michel Platini, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Platini menambahkan lewat media RTL bahwa atribut tim nasional membawa tanggung jawab netralitas yang besar bagi seluruh masyarakat Prancis.
"If he's in Madrid or elsewhere, he can take a political stance. But with the armband and the French national team jersey, you're playing for all the French people." tegas Michel Platini, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Kendati demikian, Platini menolak anggapan bahwa para pesepak bola tidak memiliki kapasitas intelektual untuk merespons isu-isu sosial yang berkembang.
"It's good when intelligent people take a stand on societal issues." kata Michel Platini, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Ia kemudian menyarankan agar bintang Real Madrid itu bercermin pada figur populer global seperti Zinedine Zidane, Lionel Messi, atau Cristiano Ronaldo yang cenderung menghindari posisi politik memecah belah.
"Footballers aren't necessarily idiots; some of them are actually quite intelligent." tutur Michel Platini, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Menurut Platini, pengambilan sikap politik secara terbuka oleh figur besar berpotensi memicu polarisasi publik yang masif.
"As soon as you take a stand, you're going to upset half the world." pungkas Michel Platini, Mantan Pemain Timnas Prancis.
Di sisi lain, pembelaan terhadap kebebasan berpendapat Mbappe justru datang dari penyanyi senior Prancis, Michel Sardou, melalui kolom harian L'Equipe.
"I like him, because he says things about subjects that we don’t expect him to talk about" kata Michel Sardou, Penyanyi Prancis.
Sardou menilai status sebagai atlet profesional berprestasi tidak menghilangkan hak politik sang pemain selaku warga negara yang sah.
"It’s good that he has his own ideas. He is a champion, but he is also a citizen who has the right to say: ‘I am for that and against that'" tutur Michel Sardou, Penyanyi Prancis.
Meskipun performa kolektif Real Madrid musim ini berakhir tanpa gelar juara, Mbappe tetap membukukan catatan individu gemilang dengan mencetak 42 gol dan tujuh assist dari 44 pertandingan di semua kompetisi serta menjadi pencetak gol terbanyak La Liga dengan 25 gol.