Laga besar pekan ke-32 Super League 2025-2026 antara Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026). Pemindahan lokasi pertandingan dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini dilakukan karena pertimbangan faktor keamanan sebagaimana dilansir dari Bola.
Keputusan tersebut berdampak pada hilangnya kesempatan Macan Kemayoran untuk menjamu rival utamanya di hadapan pendukung sendiri di Jakarta. Saat ini, Persija Jakarta tengah berupaya mengejar ketertinggalan poin di klasemen sementara dengan menempati posisi ketiga lewat raihan 65 poin.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan bahwa pihak klub tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi perubahan lokasi pertandingan tersebut. Arsitek tim asal Brasil itu menyampaikan penyesalannya atas situasi yang memaksa tim bermain jauh dari basis suporternya.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta," kata Mauricio Souza, Pelatih Persija.
Mauricio menekankan bahwa dukungan langsung dari The Jakmania di Jakarta merupakan faktor krusial bagi performa tim di lapangan. Selain masalah dukungan penonton, ia juga menyoroti perbedaan kualitas infrastruktur antara stadion di Jakarta dengan lokasi pengganti di Samarinda.
"Kondisi lapangan jauh lebih baik ketimbang tempat kami bermain nanti," ujar Mauricio Souza, Pelatih Persija.
Kondisi rumput di SUGBK dinilai lebih mumpuni untuk menunjang permainan teknis dibandingkan lapangan di Stadion Segiri. Kendati demikian, sang pelatih menegaskan bahwa skuad asuhannya tetap harus bersikap profesional untuk menghadapi laga krusial tersebut.
"Tapi ini sudah diputuskan dan kami tidak punya kendali atas itu," kata Mauricio Souza, Pelatih Persija.
Pertemuan kedua tim ini menjadi sangat menentukan mengingat posisi mereka di tabel klasemen Super League. Persib Bandung saat ini masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 72 poin, unggul tujuh angka dari Persija Jakarta yang membayangi di peringkat ketiga.
"Tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik," kata Mauricio Souza, Pelatih Persija.
Lebih lanjut, Mauricio berpendapat bahwa bermain di kandang sendiri memberikan keuntungan moral dan teknis yang tidak didapatkan dalam situasi saat ini. Ia mempertanyakan dampak pemindahan status tuan rumah ini terhadap kesiapan mental tim lawan.
"Kami seharusnya bermain di lapangan kami sendiri, dengan suporter kami, dan tentu saja itu adalah poin positif bagi kami," kata Mauricio Souza, Pelatih Persija.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara tetap berpegang pada keputusan memindahkan pertandingan demi menjaga kondusivitas keamanan di ibu kota. Persija dipastikan harus berjuang tanpa dukungan penuh puluhan ribu suporter di stadion.
"Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini," ujar Mauricio Souza, Pelatih Persija.
Kekalahan dalam laga ini akan semakin menjauhkan jarak poin Persija dari pemuncak klasemen sementara. Mauricio menegaskan bahwa timnya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan secara strategis akibat relokasi venue pertandingan.
"Bagi kami sama sekali tidak mendapat keuntungan," tutup Mauricio Souza, Pelatih Persija.