I.League menetapkan larangan bagi pendukung tim tamu untuk menghadiri pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (6/5/2026). Penegasan ini muncul setelah lokasi pertandingan dipindahkan dari Jakarta demi menjamin keamanan laga.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan bahwa otoritas liga hanya memberikan izin kehadiran bagi suporter tuan rumah. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kondusivitas sebagaimana protokol yang telah diterapkan pada laga-laga berisiko tinggi sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bola.
"Oh, tetap dilarang. Suporter tamu tetap dilarang. Sama seperti kejadian-kejadian atau pertandingan-pertandingan sebelumnya, suporter tamunya tetap dilarang," ujar Ferry Paulus, Direktur Utama I.League.
Pemindahan pertandingan pekan ke-32 ini dilakukan karena Stadion Gelora Bung Karno tidak dapat digunakan untuk laga bertajuk El Clasico tersebut. Pertimbangan faktor keamanan menjadi dasar utama penyelenggara untuk menggeser lokasi pertandingan ke Samarinda.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, menyampaikan rasa kecewanya terhadap keputusan larangan suporter tamu tersebut. Pihaknya mengklaim telah melakukan koordinasi intensif dengan Jakmania untuk menyambut pendukung lawan.
"Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus," ujar Ferry Indrasjarief, Ketua Panpel Persija Jakarta.
Ferry Indrasjarief juga memberikan catatan kepada penyelenggara terkait penyusunan jadwal pertandingan di masa mendatang. Ia berharap laga krusial antara kedua tim besar ini tidak dijadwalkan pada periode sibuk di bulan Mei.
"Kita kecewa sekali, tapi memang kayaknya harus dipikirkan untuk ke depannya kita harus bikin jadwal yang di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan yang bulan-bulan krusial kayak gini," pungkas Ferry Indrasjarief, Ketua Panpel Persija Jakarta.