Juventus dijadwalkan menghadapi tuan rumah Lecce di Stadion Via del Mare pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 20.45 waktu setempat, dalam laga krusial pekan ke-36 Serie A untuk mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions. Skuat asuhan Luciano Spalletti saat ini berada di peringkat ketiga dengan 63 poin, hanya unggul satu angka dari Roma di posisi kelima setelah meraih hasil imbang dalam dua laga terakhir menurut laporan legaseriea.it.
Pertandingan ini juga menjadi penentu bagi Lecce yang dilatih Eusebio Di Francesco dalam upaya menjauh dari zona degradasi, di mana mereka saat ini memegang keunggulan empat poin atas Cremonese. Penunjukan Andrea Colombo sebagai wasit utama memicu perbincangan karena namanya sempat dikaitkan dengan investigasi internal mengenai relasi antar-klub, selain rekam jejak kepemimpinannya yang sering dikritik pendukung tim tamu sebagaimana dilansir tuttosport.com.
Kondisi lini serang tim tamu menjadi sorotan setelah Jonathan David gagal mengeksekusi penalti pada pertemuan pertama Januari lalu, sementara Dusan Vlahovic kini telah pulih dari cedera dan siap bersaing memperebutkan posisi utama. Spalletti menegaskan pentingnya konsentrasi penuh bagi para pemainnya untuk menghindari kegagalan di detik-detik terakhir musim ini.
"David è un rigorista - li batte benissimo, ha fatto la scelta giusta ma non ha alzato il pallone quei 20 centimetri per metterlo sopra la sagoma del portiere. Locatelli è un rigorista, Yildiz è un rigorista. E se lo avesse sbagliato un altro? Probabilmente la prossima volta interverrò anch'io, mi garba ogni tanto decidere" kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus seperti dikutip dari goal.com.
Pelatih asal Tuscany tersebut menambahkan analisis mengenai performa teknis penyerangnya yang sering kesulitan saat menghadapi tekanan fisik lawan di lapangan.
“Ogni tanto se non c’è grande contatto fisico riesce a uscire da situazioni con la qualità tecnica e la pulizia di gioco - Se lo vai a sporcare fisicamente diventa più difficile. Ma corre tantissimo, sotto l’aspetto del dinamismo della pressione ti dà sempre risultato. Poi non va via in velocità, non salta l’uomo nello stretto… ma per quanto riguarda protezione, dialogo e collaborazione con la squadra è un calciatore perfetto. Bisognaba dargli un po’ più una mano” ujar Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.
Tim tuan rumah datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 2-1 atas Pisa pada pekan sebelumnya. Di Francesco memiliki motivasi tambahan untuk memutus tren negatifnya melawan Si Nyonya Tua, di mana ia tercatat hanya meraih satu kemenangan dalam 18 pertemuan sepanjang karier kepelatihannya.