Jelang sepak mula Piala Dunia 2026, catatan rekor umpan gol atau assist terbanyak dalam satu edisi turnamen kembali memicu diskusi hangat di kalangan pencinta sepak bola.
Seperti dikutip dari Suara melalui data Opta, figur legendaris seperti Pelé asal Brasil dan mendiang Diego Maradona dari Argentina masih menguasai daftar pengumpan paling mematikan sepanjang sejarah panggung tertinggi FIFA.
Pencinta sepak bola kini menanti apakah bintang besar seperti Lionel Messi atau pilar generasi baru dari tim nasional Jerman hingga Portugal mampu memecahkan rekor yang telah bertahan puluhan tahun tersebut.
Piala Dunia 1970 kerap dinilai sebagai panggung pembuktian bagi salah satu skuad terbaik sepanjang masa dengan Pelé sebagai motor utamanya.
Tim nasional Brasil sukses menyabet trofi juara dunia ketiga sekaligus berhak menyimpan piala Jules Rimet secara permanen berkat performa memukau sang legenda.
Pelé membukukan enam assist di sepanjang turnamen tersebut yang menjadi rekor tertinggi dalam satu edisi Piala Dunia sejak pendokumentasian FIFA dimulai pada 1966.
Hanya ada delapan pemain dalam sejarah sepak bola yang terlibat langsung dalam 10 gol atau lebih dalam satu edisi turnamen, dan Pelé berada di dalam daftar elite tersebut.
Tiga dari total keterlibatan gol milik Pelé tersebut dilesakkan pada partai final ketika Brasil menumbangkan Italia dengan skor telak 4-1.
Walau istilah assist belum sepopuler pada era modern, torehan enam umpan gol milik Pelé tetap menjadi standar tertinggi yang belum terlampaui selama 56 tahun.
Catatan Unik Robert Gadocha dan Pierre Littbarski
Tim nasional Polandia mengukir tinta emas pada Piala Dunia 1974 dengan merebut tempat ketiga lewat kontribusi impresif Robert Gadocha sebagai penggerak serangan.
Robert Gadocha mengemas lima assist sepanjang kompetisi berjalan, namun terdapat statistik unik di balik pencapaian gelandang Polandia tersebut.
Empat dari lima assist yang ia torehkan justru tercipta dalam satu pertandingan saja, tepatnya saat Polandia menggulung Haiti dengan skor mencolok 7-0.
Statistik itu menempatkan Robert Gadocha sebagai satu-satunya pemain yang sanggup memberikan empat assist dalam sebuah laga Piala Dunia berdasarkan data sejak 1966.
Memasuki era 1980-an, Jerman Barat mengandalkan Pierre Littbarski yang bermain menonjol pada pergelaran Piala Dunia 1982.
Pierre Littbarski membuat empat assist di babak penyisihan grup dan menambah satu umpan gol krusial ketika bersua Prancis di laga semifinal yang dramatis.
Secara keseluruhan, Pierre Littbarski mengumpulkan tujuh assist sepanjang kariernya di Piala Dunia, jumlah yang hanya bisa dilewati oleh Diego Maradona dan Lionel Messi dengan delapan assist.
Kegemilangan Diego Maradona dan Thomas Häßler
Piala Dunia 1986 di Meksiko menjadi panggung unjuk gigi bagi kapten legendaris Argentina, Diego Maradona.
Selain mencetak lima gol termasuk gol ikonik yang dikenal sebagai Tangan Tuhan, Diego Maradona juga menyumbangkan lima assist bagi timnya.
Ia menjadi figur kunci yang membawa Argentina mengamankan trofi juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
Sama halnya dengan Pelé, Diego Maradona masuk ke dalam kelompok pemain eksklusif yang mencatatkan keterlibatan gol dua digit dalam satu edisi turnamen.
Rekor lima assist dalam satu kompetisi kemudian berhasil disamai oleh jenderal lapangan tengah Jerman, Thomas Häßler, pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Thomas Häßler tampil dominan di sektor tengah dengan mengukir empat assist di fase grup serta menambah satu assist di babak 16 besar.
Namun, ambisinya untuk melewati rekor milik Pelé kandas setelah langkah Jerman dihentikan secara mengejutkan oleh Bulgaria di babak perempat final.
Daftar Kolektor Empat Assist
Di luar para pemuncak rekor, sejarah kompetisi juga mencatat deretan pemain yang mampu mengoleksi empat assist dalam satu edisi Piala Dunia.
Pemain Jerman Barat, Sigfried Held, mengawali catatan ini pada 1966, yang kemudian diikuti oleh rekan setim Pelé, Tostão, pada Piala Dunia 1970.
Legenda Brasil lainnya, Zico, menorehkan empat assist pada edisi 1982, sementara Igor Belanov membukukan jumlah serupa untuk Uni Soviet pada 1986.
Pada era sepak bola modern, Michael Ballack menjadi penyuplai bola utama bagi Jerman pada 2002, disusul Francesco Totti dan Juan Román Riquelme pada edisi 2006.
Daftar tersebut dilengkapi oleh penggawa Kolombia, Juan Cuadrado, yang memperlihatkan performa impresif pada Piala Dunia 2014 di Brasil.