RC Lens memimpin pertandingan dengan skor 2-1 melawan OGC Nice pada babak pertama laga final Coupe de France yang berlangsung hari Jumat malam tanggal 22 Mei 2026.
Klub berjuluk Sang et Or tersebut unggul lebih dulu melalui eksekusi gol oleh Florian Thauvin yang kemudian digandakan oleh sundulan Odsonne Edouard memanfaatkan umpan sepak pojok Thauvin pada menit ke-42.
OGC Nice kemudian memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum lewat sundulan Djibril Coulibaly setelah menerima umpan pojok dari Jonathan Clauss pada menit ke-45+3.
Gol tersebut mencatatkan nama Coulibaly yang berusia 17 tahun 185 hari sebagai pencetak gol termuda sekaligus pemain termuda dalam sejarah final Coupe de France di abad ke-21.
Pelatih interim Pierre Sage memberikan kejutan dalam susunan pemain Lens dengan menurunkan Allan Saint-Maximin sejak menit awal untuk menggantikan Wesley Saïd di lini serang.
" Gagner pour les générations d’avant” kata Sage, Pelatih RC Lens.
Sektor pertahanan Lens juga diperkuat oleh Kyllian Antonio bersama Malang Sarr dan Ismaëlo Ganiou akibat absennya Samson Baidoo yang mengalami cedera saat melawan PSG.
"Ce serait la cerise sur le gâteau" ujar Thomasson, Gelandang RC Lens.
Penyerang senior Florian Sotoca yang telah membela Lens selama tujuh tahun turut mengekspresikan komitmen emosionalnya menjelang pertandingan final ini di pusat latihan La Gaillette.
« Je suis amoureux de mon club » cetus Florian Sotoca, Penyerang RC Lens.
Di kubu lawan, manajer OGC Nice Claude Puel memilih menurunkan duet pemain senior Dante dan pemain muda Djibril Coulibaly yang sebelumnya baru tampil selama 13 menit di Ligue 1.
"La finale n'est pas un cadeau empoisonné" tutur Puel, Pelatih OGC Nice.
Keputusan Puel menurunkan Coulibaly terbukti memberikan dampak positif bagi daya gedor klub berjuluk Aiglons tersebut yang juga mengandalkan Elye Wahi dan Sofiane Diop.
"Très important pour l'history du club" sebut Dante, Bek OGC Nice.