Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, mengharapkan tuah dari Istora Gelora Bung Karno saat berlaga dalam turnamen Indonesia Open bulan depan.
Ajang kompetisi ini bakal menandai momen kembalinya mereka ke Istora GBK sebagai duet ganda putra untuk pertama kali sejak gelaran Indonesia Open 2024.
Turnamen papan atas tersebut sekaligus menjadi panggung ketiga bagi Leo/Daniel semenjak berpasangan kembali pada pertengahan Mei kemarin.
Sebelumnya, duet ini telah mencatatkan performa impresif dengan merengkuh gelar juara di Thailand Open, sebelum akhirnya terhenti pada babak 32 besar dalam turnamen Malaysia Masters 2026.
Kini, persiapan matang terus digodok demi menampilkan performa terbaik pada turnamen level Super 1000 Indonesia Open yang dijadwalkan berlangsung pada 2-7 Juni mendatang.
Dilansir dari Detik Sport, memori manis di lokasi kompetisi yang sama memicu optimisme tersendiri bagi pasangan andalan Indonesia tersebut.
"Ya kalau dilihat track record-nya kan pernah menjuarai Indonesia Masters (2024) di venue yang sama. Nah bedanya di (Indonesia) Open ini mungkin lebih banyak pemain topnya yang datang. Jadi ya pastinya step by step saja lah," kata Leo saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Selasa (26/5/2026).
Sektor ganda putra secara keseluruhan dibebani target untuk membawa pulang gelar juara dari turnamen bergengsi Indonesia Open.
Kendati demikian, pelatih Chafidz justru menetapkan sasaran batas minimal yang dinilai lebih realistis khusus untuk performa Leo/Daniel.
"Saya belum bicara banyak sama Anton (Kepala Pelatih Ganda Putra), tapi targetnya minimal delapan besar, atau semifinal, minimal ya. Kita selalu dari kasih target minimal," kata Chafidz dalam kesempatan yang sama.
Chafidz mengungkapkan bahwa perbedaan tingkat kesulitan dan level di setiap turnamen menjadi pertimbangan utama di balik penetapan target tersebut.
"Level 1000 kan mungkin lain dengan level 500 kemarin. Sekarang juga mayoritas pemain top dunia semua gitu loh. Ya mudah-mudahan pemain Leo/Daniel dan yang lainnya bisa mencapai target sesuai dengan harapan pengurus dan pelatih," ujarnya.
Guna memuluskan langkah anak asuhnya, Chafidz sangat mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pencinta bulu tangkis tanah air.
"Mudah-mudahan minta dukungannya saja buat pemain-pemain kita di Indonesia Open sebagai tuan rumah. Kami juga pasti akan mencoba target yang terbaik," tutur Chafidz.