Masa depan internasional kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, sepenuhnya menjadi hak prerogatif sang pemain menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Hal tersebut ditegaskan oleh pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, seperti dikutip dari Suara.
Lionel Scaloni menilai bahwa penyerang yang kini membela Inter Miami CF tersebut masih mempunyai hasrat sekaligus mentalitas tinggi. Faktor itu yang dinilai membuatnya tetap bertahan sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Lionel Scaloni dalam sesi wawancara bersama Diario Olé guna meredam spekulasi yang beredar mengenai masa pensiun sang kapten. Pelatih skuad Albiceleste itu menyatakan peraih delapan gelar Ballon d'Or tersebut memegang kendali penuh atas masa depannya.
"Dia akan bermain sampai dia menginginkannya karena kita semua sudah tahu siapa dia. Tidak mengejutkan jika dia tampil di Piala Dunia keenamnya," kata Scaloni.
Lionel Scaloni menambahkan bahwa Lionel Messi masih memperlihatkan ambisi besar untuk terus berkembang. Padahal, sang megabintang telah berhasil memenangi hampir seluruh kompetisi dan penghargaan bergengsi sepanjang karier sepak bolanya.
"Kehadiran Lionel Messi di lapangan hijau masih terus dinantikan. Dia tetap yang terbaik karena selalu menginginkan lebih dan terus menunjukkan bahwa dia masih ingin mencapai lebih banyak lagi," ujar Scaloni.
Apabila Lionel Messi memutuskan bermain pada turnamen akbar tahun 2026, ia akan menorehkan rekor sejarah baru. Mantan pemain Barcelona itu bakal tercatat sebagai pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Sebelumnya, kapten nomor punggung 10 ini sudah berpartisipasi dalam lima pergelaran Piala Dunia, yaitu pada edisi 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022. Ia sukses mengantarkan Argentina keluar sebagai juara dunia pada edisi terakhir yang berlangsung di Qatar.
Hingga saat ini, sosok Lionel Messi masih menempati posisi sentral sebagai pilar utama dalam skuad Argentina. Tenaganya sangat dibutuhkan dalam misi mempertahankan trofi juara dunia pada turnamen yang diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.