Lionsgate resmi mempersiapkan sekuel untuk film biopik Michael setelah sinema tentang Raja Pop tersebut sukses besar di box office global pada tahun 2026. Proyek baru ini sedang berada dalam tahap diskusi intensif bersama para investor serta analis keuangan, seperti dilansir dari Medcom pada Kamis (21/5).
"Kami sangat antusias dengan kemajuan yang kami capai terkait film Michael yang kedua. Semua pembicaraan yang telah kami lakukan dengan semua pihak terkait terus berjalan dengan sangat lancar," ungkap Kepala Lionsgate Motion Picture Group Adam Fogelson.
Kelanjutan kisah ini diproduksi karena film pertama baru merangkum perjalanan hidup Michael Jackson sampai pelaksanaan tur solo global perdana pada pertengahan 1987. Fase berikutnya seperti peluncuran album Dangerous pada 1991 hingga kasus hukum belum diangkat ke layar lebar.
"Saya akan mengatakan bahwa ada banyak sekali kisah Michael Jackson yang sangat menghibur, dan sebagian besar bagian terbesar dan paling populer dari katalog musiknya yang tidak disinggung dalam film pertama," kata Fogelson.
Lionsgate mengonfirmasi bahwa alur cerita untuk sekuel mendatang tidak harus disajikan secara berurutan berdasarkan linimasa sejarah.
"Kita bisa maju mundur dalam menceritakan kisah ini," tambah pimpinan Lionsgate itu.
Proses produksi sekuel ini juga diproyeksikan lebih efisien secara finansial karena memanfaatkan potongan video dari pengerjaan film pertama. Sebelumnya, bagian ketiga film sempat dirancang membahas skandal pelecehan namun batal akibat klausul hukum dari perjanjian dengan terduga korban.
"Kami memperkirakan sudah ada 25 hingga 30 persen materi film kedua yang telah direkam dari aktivitas produksi sebelumnya, dan tentu saja hal itu akan memberikan manfaat finansial pada akhirnya," pungkasnya.
Film Michael pertama diproduksi dengan anggaran senilai 155 juta dolar AS atau sekitar Rp2,7 triliun. Sinema tersebut mencetak pendapatan masif melewati angka 700 juta dolar AS atau setara Rp12,4 triliun di bioskop seluruh dunia.