Liverpool memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan setelah bermain imbang 1-1 melawan Brentford di Stadion Anfield pada Minggu, 24 Mei 2026, yang sekaligus menjadi laga kandang terakhir yang emosional bagi penyerang Mohamed Salah.
Hasil satu poin ini menempatkan Liverpool di posisi kelima klasemen akhir, di mana gol pembuka tuan rumah dicetak oleh Curtis Jones sebelum disamakan lewat sundulan jarak dekat pemain Brentford, Kevin Schade.
Pertandingan pamungkas tersebut diwarnai dengan momen perpisahan Mohamed Salah dan Andy Robertson yang dipastikan bakal meninggalkan Merseyside pada akhir musim.
Sebelum laga terakhir di Liga Inggris ini bergulir, dinamika internal klub sempat memanas setelah penyerang asal Mesir tersebut melontarkan kritik terbuka di media sosial terkait pendekatan taktik manajer Arne Slot pasca kekalahan dari Aston Villa.
"Saya telah menyaksikan klub ini berubah dari tim yang meragukan menjadi tim yang percaya, dan dari tim yang percaya menjadi juara," tulis Salah.
Kritik tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk mantan kapten Manchester United, Wayne Rooney, yang menilai tindakan tersebut tidak sepantasnya dilakukan secara terbuka.
"I teknik melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang yang garang dan ditakuti lawan, serta kembali menjadi tim yang memenangkan trofi." tulis Salah.
Penyerang berusia 33 tahun itu menilai karakter permainan menyerang cepat harus tetap dipertahankan oleh kubu Anfield.
"Itulah gaya sepak bola yang saya kuasai dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya." tulis Salah.
Komentar tajam dari bintang utama Liverpool tersebut langsung mendapat tanggapan keras dari Wayne Rooney dalam sebuah acara bincang-bincang olahraga.
"Saya hanya berpikir bahwa bagi Salah untuk keluar dan menyerang Arne Slot lagi, entah Arne Slot ada di sana musim depan atau tidak, bukanlah tujuan bagi dia untuk keluar dan menyerang lagi. Ini benar-benar mengecewakan," ujar Rooney.
Mantan penyerang tim nasional Inggris itu menilai bahwa kemampuan fisik sang pemain telah menurun sehingga menyarankan manajer untuk mencoretnya dari skuad laga terakhir.
"Ia berbicara tentang ingin bermain sepak bola heavy metal, jadi pada dasarnya dia mengatakan bahwa dia ingin sepak bola ala Juergen Klopp." ujar Rooney.
Rooney menambahkan analisisnya mengenai kesiapan fisik sang pemain di level kompetisi tertinggi Liga Inggris saat ini.
"Sekarang saya tidak yakin Mo Salah bisa menghadapi jenis sepak bola itu lagi, saya pikir kakinya sudah tidak seperti dulu." ujar Rooney.
Atas dasar ketidakdisiplinan tersebut, Rooney bahkan menyarankan tindakan tegas dari jajaran kepelatihan The Reds.
"Jika saya Arne Slot, saya tidak akan membiarkannya mendekati stadion di pertandingan terakhir," kata Rooney.
Kendati mendapatkan kritik, manajer Arne Slot tetap menurunkan sang pemain sebagai starter di posisi sayap kanan dalam pertandingan melawan Brentford.
Keputusan tersebut berbuah manis ketika umpan kaki luar dari penyerang bernomor punggung 11 itu berhasil dikonversi menjadi gol oleh Curtis Jones pada menit ke-60.
Torehan tersebut menjadi assist ke-93 bagi Salah sekaligus memecahkan rekor assist terbanyak sepanjang sejarah Liverpool di Liga Premier melewati catatan legendaris milik Steven Gerrard.
Di sisi lain, dalam dokumenter internal klub, pemain yang telah menyumbang 257 gol dari 441 penampilan itu mengungkapkan kecintaan mendalamnya kepada publik Merseyside.
"Klub ini segalanya untuk saya. Orang-orangnya, kotanya begitu berarti untuk saya. Saya cinta mati klub ini. Saya akan selalu mendukung mereka," ujar Salah.
Ia menyampaikan rasa terima kasih yang besar atas apresiasi dari jajaran suporter yang telah menemaninya merengkuh 10 trofi bergengsi selama sembilan tahun kariernya.
"Ini berarti besar untuk saya. Anda ada di dalam klub, Anda merasakan cinta dan apresiasi fans," sambung Salah.
Ungkapan emosional tersebut ditutup dengan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan karier profesionalnya di Inggris.
"Ini berkah buat saya dan saya bersyukur sekali." tambah Salah.
Sebelum pertandingan penutup musim, momentum perpisahan juga telah dilakukan di pusat latihan klub, di mana ia memberikan pesan dan peringatan kepada rekan setimnya mengenai tekanan masif bermain untuk Liverpool.
"Saya tidak ingin terlalu emosional hari ini karena besok pasti akan lebih berat," ujar Salah.
Ia mengingatkan para pemain lain untuk menjaga standar performa yang tinggi demi memenuhi ekspektasi suporter dan media sepak bola dunia.
"Saya menikmati setiap momen di klub ini dan semua kenangan itu akan selalu saya bawa," lanjut Salah.
Penyerang veteran tersebut menekankan pentingnya menjaga tren kemenangan demi menahan besarnya tekanan eksternal di musim-musim mendatang.
"Ketika Anda menang bersama Liverpool, rasanya seperti bermain di klub terbaik di dunia. Tapi ketika kalah, tekanannya juga sangat besar. Karena itu, kalian harus terus menang musim depan," tambah Salah.
Sementara itu, manajer Arne Slot memberikan penghormatan khusus dan mengakui peran krusial sang pemain dalam membantu tim merengkuh trofi Premier League di musim pertamanya bertugas.
"Musim lalu mungkin adalah gelar paling spesial yang pernah saya raih," kata Slot.
Slot mengapresiasi konsistensi serta ketajaman sang penyerang di tengah situasi kompetisi yang penuh tekanan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
"Sekarang saya bisa mengatakan trofi Premier League bersama Liverpool adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya, dan Salah memainkan peran yang luar biasa penting," lanjut Slot.