Manajemen Liverpool bergerak cepat mencari nakhoda baru. Klub raksasa Inggris ini dijadwalkan membuka pembicaraan resmi dengan Andoni Iraola pada pekan ini.
Seperti dikutip dari Medcom, mantan pelatih Bournemouth tersebut kini menempati posisi teratas sebagai kandidat utama pelatih kepala The Reds. Langkah agresif ini diambil setelah posisi tersebut kosong.
CEO Fenway Sports Group (FSG), Michael Edwards, bersama Direktur Olahraga Richard Hughes, sebelumnya telah sepakat memberhentikan Arne Slot dari kursi kepelatihan pada Sabtu lalu.
Keputusan mendepak Slot terhitung mengejutkan publik. Pasalnya, juru taktik tersebut baru saja mempersembahkan trofi juara Premier League bagi publik Anfield pada musim pertamanya.
Namun, manajemen klub ingin segera mengamankan tanda tangan pelatih berusia 43 tahun itu demi menyongsong kompetisi musim baru. Iraola dinilai punya nilai tambah karena pernah bekerja sama dengan Richard Hughes di Bournemouth.
Keputusan Edwards dan Hughes membidik Iraola didasari kebutuhan tim akan penyegaran taktik. Manajemen menginginkan sosok pelatih yang mampu menerapkan gaya bermain menyerang dengan intensitas tinggi.
Karakter permainan tersebut sukses ditunjukkan Iraola saat menukangi Bournemouth. Ia berhasil membawa klub tersebut mencetak sejarah dengan finis di peringkat keenam Premier League dan lolos ke Liga Europa.
Di sisi lain, performa Liverpool di liga domestik musim ini dinilai mengalami penurunan, meski mereka tetap berhasil mengamankan tiket lolos ke Liga Champions.
The Reds tercatat hanya mampu mengumpulkan 60 poin. Torehan tersebut menjadi jumlah poin terendah yang diraih klub asal Merseyside ini sejak musim 2015-2016.
Minimnya raihan poin ini menjadi sorotan tajam karena manajemen telah menggelontorkan dana investasi fantastis sebesar 415 juta poundsterling pada bursa transfer lalu.
Dana belanja tersebut bahkan memecahkan rekor transfer di Inggris saat Liverpool mendatangkan penyerang Alexander Isak senilai £125 juta, serta gelandang Florian Wirtz dengan mahar £116 juta.
Kehadiran Iraola diharapkan mampu memaksimalkan potensi barisan pemain mahal tersebut. Kendati demikian, Liverpool tetap menyiapkan nama cadangan seperti Sebastian Hoeness dan Pierre Sage jika negosiasi menemui jalan buntu.