Manajemen Liverpool dilaporkan tengah bersiap menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru guna menggantikan posisi Arne Slot. Langkah ini diambil manajemen The Reds menyusul grafik performa tim yang terus menunjukkan penurunan dalam satu tahun terakhir.
Seperti dikutip dari Suara, keputusan untuk menyudahi kerja sama dengan Arne Slot dipicu oleh ketidakmampuan sang pelatih menjaga konsistensi tim. Meski sempat mempersembahkan trofi Premier League musim lalu, Slot kini hanya mampu membawa Liverpool finis di batas akhir zona Liga Champions.
Situasi internal tim yang tidak kondusif, merosotnya performa Mohamed Salah, hingga kabar duka meninggalnya Diogo Jota disinyalir menjadi faktor penentu di balik keputusan berpisahnya pelatih asal Belanda tersebut.
Kini nama Andoni Iraola mencuat sebagai sosok terkuat yang bakal merapat ke Anfield. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut berstatus bebas transfer setelah masa baktinya bersama Bournemouth resmi berakhir pada bursa musim panas ini.
Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, menjadi figur krusial yang menginisiasi rencana kedatangan Iraola. Hughes memiliki kedekatan profesional yang erat lantaran dirinya merupakan sosok yang memboyong Iraola ke Bournemouth pada tahun 2023.
Berdasarkan data dari Opta Analyst, langkah Liverpool memburu tanda tangan Iraola dinilai sebagai keputusan yang rasional. Bersama Bournemouth, Iraola menorehkan pencapaian luar biasa dengan memecahkan rekor poin tertinggi klub selama tiga musim beruntun.
Iraola bahkan berhasil mengantarkan Bournemouth finis di posisi keenam sekaligus mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Prestasi tersebut diukir melalui penerapan skema permainan yang agresif, progresif, serta sistem tekanan tinggi.
Kemampuan Iraola dalam menjaga stabilitas taktik juga teruji meski Bournemouth kerap kehilangan pilar penting di bursa transfer. Kepergian pemain kunci seperti Dean Huijsen, Milos Kerkez, Illia Zabarnyi, Kepa Arrizabalaga, Dominic Solanke, hingga Antoine Semenyo tidak merusak ritme tim.
Bournemouth bahkan sempat menutup kompetisi dengan catatan impresif berupa 18 laga berturut-turut tanpa kekalahan. Rekor ini menempatkan Bournemouth sebagai satu-satunya tim di luar kelompok Big Six yang memegang rekor nirkalah terpanjang dalam satu musim era Premier League.
Filosofi Iraola Dinilai Sesuai DNA Liverpool
Pendekatan taktik Iraola yang mengandalkan permainan cepat dan langsung dianggap selaras dengan identitas sepak bola modern yang diusung Liverpool. Filosofi kepelatihan pria berusia 43 tahun ini bahkan sempat mendapat apresiasi dari mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola.
“Saat ini, sepak bola modern adalah cara Bournemouth bermain, cara Newcastle bermain, Brighton bermain, Liverpool selalu seperti itu,” ujar Guardiola pada tahun lalu.
Secara statistik, strategi Iraola sangat bertumpu pada momen transisi positif sesaat setelah armada tim berhasil merebut bola dari penguasaan lawan.
“Hal pertama yang kami coba lakukan ketika merebut bola adalah bermain ke pemain nomor sembilan,” kata Iraola kepada Sky Sports dalam sebuah wawancara tahun 2024.
“Karena itu biasanya adalah momen di mana lawan kurang berada dalam posisi yang baik dan Anda bisa menemukan ruang yang lebih baik,” jelasnya merincikan strategi tersebut.
Sepanjang periode kepemimpinannya, Bournemouth menjadi tim dengan rata-rata kecepatan serangan tertinggi yang mencapai 1,95 meter per detik menuju area pertahanan lawan. Sejak kedatangan Iraola di Inggris, Bournemouth melepaskan 128 tembakan dari skema serangan balik cepat, hanya terpaut dari Liverpool yang mengemas 155 tembakan.
Kemiripan gaya bermain ini memunculkan optimisme bahwa skuad Liverpool saat ini tidak memerlukan waktu lama untuk menyerap sistem pressing intensif milik Iraola. Musim ini Liverpool juga menjadi tim tersubur dalam mencetak gol dari skema perebutan bola tinggi di area pertahanan lawan dengan koleksi 10 gol.
Kondisi tersebut membuat manuver Richard Hughes terbilang sangat realistis, terlebih setelah target buruan lain seperti Xabi Alonso dikabarkan lebih memilih berlabuh ke Chelsea. Tantangan utama Iraola di Anfield nantinya adalah mengoptimalkan performa pemain bintang seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz yang masih menjalani masa adaptasi.