Liverpool Takluk dari Manchester United Akibat Kelengahan Lini Pertahanan

Liverpool Takluk dari Manchester United Akibat Kelengahan Lini Pertahanan

Liverpool dipaksa menyerah dengan skor 2-3 saat berkunjung ke markas Manchester United di Old Trafford pada Minggu (3/5/2026). Kegagalan mengantisipasi serangan awal tuan rumah menjadi penyebab utama kekalahan tim asuhan Arne Slot tersebut.

Klub berjuluk The Reds tersebut tertinggal dua gol hanya dalam kurun waktu 14 menit pertama melalui aksi Matheus Cunha dan Benjamin Sesko. Dilansir dari Detik Sport, rapuhnya koordinasi pertahanan dalam mengantisipasi bola mati dan umpan silang menjadi celah yang dimanfaatkan lawan.

Ibrahima Konate selaku bek tengah Liverpool memberikan penegasan mengenai kekecewaan tim atas hasil minor tersebut. Ia menyoroti kurangnya kesiapan skuat dalam meredam tekanan cepat yang diberikan Manchester United sejak peluit pertama dibunyikan.

"Pastinya ini sangat mengecewakan karena menurut saya kami kebobolan dua gol yang tak semestinya masuk di awal laga. Di babak kedua, kami bangkit dengan mentalitas besar untuk menyamakan 2-2," kata Konate, bek Liverpool.

Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit di paruh kedua, Liverpool kembali kecolongan melalui gol Kobbie Mainoo yang memastikan kemenangan tuan rumah. Konate menyayangkan kegagalan tim dalam mempertahankan momentum kebangkitan yang sempat mereka bangun.

"Dan di momen lain, kami bisa melukai mereka, tapi kami kebobolan satu gol dan itu sangat menyedihkan. Sebab kami tak memulai dengan baik tapi di babak kedua kami start dengan sangat bagus," ujar Konate di situs resmi klub.

Perubahan strategi dilakukan Liverpool setelah jeda pertandingan dengan mencetak gol balasan lewat Dominik Szoboszlai dan Cody Gakpo. Namun, dominasi fisik pemain Manchester United dalam duel-duel kunci di lapangan menjadi kendala besar bagi tim tamu.

"Mentalitas ya. Di babak pertama kami kalah di banyak duel. Saat situasi duelnya 50-50 di lapangan, kebanyakan dimenangi Manchester United," sambung Konate.

Konate menambahkan bahwa agresivitas yang ditunjukkan pada babak kedua belum cukup untuk membawa pulang poin dari markas lawan. Ia menilai tim membutuhkan konsistensi lebih tinggi sepanjang jalannya pertandingan.

"Tapi di babak kedua kami harus mengubahnya dan mengubah mentalitas. Itulah yang kami lakukan dan sebabnya kami mencetak dua gol dengan pressing dan agresivitas kami. Tapi kami butuh lebih banyak lagi," kata Konate.

Artikel terkait

Rekomendasi