Pelatih kepala Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan bahwa aspek teknis dan taktik saja tidak cukup untuk membawa timnya meraih gelar juara di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama FIFA menjelang turnamen di Amerika Utara, seperti dikutip dari Suara.
Luis de la Fuente kini fokus membangun kekuatan tim melalui pendekatan nilai kemanusiaan, terutama dalam membimbing pemain muda seperti Lamine Yamal. Spanyol yang datang dengan status juara Eropa diakui masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
"Kami memiliki kelompok pemain yang sangat berbakat, tetapi banyak dari mereka yang masih sangat muda," ujar De la Fuente kepada FIFA.
Kombinasi antara pemain muda dan figur berpengalaman dianggap memberikan stabilitas bagi tim. Pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 ini juga berusaha menjaga kondisi psikologis para pemainnya.
"Saya mencoba melepaskan tekanan dan menempatkan kekalahan dalam perspektif yang wajar," lanjut pelatih yang sukses membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 tersebut.
De la Fuente mengingatkan bahwa dalam sepak bola tingkat tinggi, tim tetap bisa kalah meski sudah menjalankan taktik dengan benar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya ketenangan, tanggung jawab, profesionalisme, dan rasa saling menghormati.
"Kami mengedepankan nilai-nilai yang menjadi inti kerja sama tim, yakni bermain untuk diri sendiri dan untuk satu sama lain," tegasnya.
Keberhasilan di Euro 2024 disebutnya telah mengembalikan kebanggaan generasi muda terhadap tim nasional. Ia berharap generasi ini meneladani figur pelatih legendaris Spanyol.
"Saya ingin kami diingat seperti tim asuhan idola saya, Vicente del Bosque, yakni sebagai generasi pesepak bola yang tidak hanya mengerti apa artinya bermain, tetapi juga apa artinya menjadi manusia," ungkapnya.
Nilai-nilai ini diterapkan langsung kepada Lamine Yamal, bintang muda asal Barcelona yang kini berusia 18 tahun. De la Fuente memuji mentalitas sang pemain yang dinilai memiliki hasrat besar untuk terus berkembang dan menetapkan standar tinggi untuk dirinya sendiri.
"Dia melakukan debut bersama kami pada usia 16 tahun dan sekarang berusia 18 tahun, jadi kami sedang menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola ke dalam dirinya," jelas De la Fuente.
Prinsip kebersamaan tim ini juga memengaruhi penyusunan daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 yang diumumkan pada Senin (26/5/2026). Secara mengejutkan, tidak ada satu pun pemain asal klub Real Madrid di dalam skuad, termasuk Dani Carvajal dan Dean Huijsen.
Sebaliknya, Barcelona mendominasi dengan menyumbang delapan nama, yaitu Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Pau Cubarsi, Ferran Torres, Joan Garcia, Eric Garcia, dan Dani Olmo. De la Fuente mengakui proses pemilihan ini tidak berjalan mudah.
"Bagian tersulit dari pekerjaan ini adalah mencoret pemain yang sudah menjadi bagian grup atau yang sebenarnya layak masuk berdasarkan kualitas mereka," aku De la Fuente di laman resmi timnas.
Pada putaran final Piala Dunia 2026, Spanyol tergabung di Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Pertandingan perdana La Furia Roja dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026 melawan Tanjung Verde pukul 23.00 WIB.
Selanjutnya, Spanyol akan menantang Arab Saudi di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, sebelum menghadapi Uruguay di Stadion Akron pada laga pamungkas grup. Menghadapi jadwal tersebut, De la Fuente meminta komitmen penuh dan kerja keras dari seluruh anggota skuad di setiap pertandingan.