Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, membuat keputusan besar dengan tidak memasukkan nama bek muda Dean Huijsen ke dalam skuad final untuk Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut menjadi sorotan tajam publik, seperti dilansir dari Suara, karena sang pemain sempat diproyeksikan menjadi pilar lini belakang tim matador.
Pencoretan bek berusia 21 tahun ini mengejutkan banyak pihak lantaran ia sempat bermain penuh dalam laga internasional terakhir kontra Mesir pada Maret lalu.
Absennya pemain kelahiran Belanda tersebut menorehkan sejarah kelam bagi Real Madrid selaku klub pemiliknya.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 1950, tidak ada satu pun penggawa Los Blancos yang menembus skuad Spanyol di turnamen akbar antaranegara.
Selain nama Huijsen, beberapa pilar Real Madrid lain seperti Álvaro Carreras, Fran García, hingga bek senior Dani Carvajal juga luput dari panggilan Luis de la Fuente.
Kekecewaan Mendalam Dean Huijsen
Media Spanyol, OK Diario, melaporkan bahwa sang pemain bertahan merasa sangat yakin akan berangkat ke Piala Dunia 2026 sebelum pengumuman resmi dirilis.
Keyakinan ini muncul karena federasi sempat melibatkan dirinya dalam berbagai agenda promosi dan kampanye tim nasional menjelang turnamen.
Bahkan, tim dokumenter internal dilaporkan telah mengunjungi kediaman keluarga sang pemain beberapa pekan sebelumnya untuk keperluan proyek Piala Dunia.
Situasi tersebut membuat pihak terdekat sang bek merasa tim pelatih kurang jujur dalam proses seleksi, yang membuat kondisi mental sang pemain sangat terpukul.
Pemain yang ditebus Real Madrid dari AFC Bournemouth seharga 50 juta poundsterling pada musim panas lalu itu sebenarnya punya kesempatan membela Timnas Belanda.
Namun, ia memantapkan pilihan untuk berseragam Spanyol setelah lama menetap di sana dan telah membukukan tujuh penampilan sejak debut senior pada 2024.