Paris Saint-Germain (PSG) bersiap menghadapi tantangan berat di markas Bayern Muenchen pada Kamis (7/5/2026) pukul 02.00 WIB. Pertandingan leg kedua babak semifinal Liga Champions ini menjadi pembuktian bagi skuad asuhan Luis Enrique.
Dilansir dari Bola, tim asal Prancis tersebut datang dengan modal keunggulan agregat tipis. Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Parc des Princes pekan lalu, PSG berhasil mengamankan kemenangan dramatis dengan skor 5-4.
Duel yang menghasilkan sembilan gol pada pertemuan sebelumnya mencerminkan ketatnya persaingan antara dua raksasa Eropa tersebut. Kini, Bayern Muenchen akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Allianz Arena guna membalikkan keadaan.
Pemenang dari pertandingan ini sudah ditunggu oleh Arsenal di partai puncak. Klub asal Inggris tersebut memastikan satu tiket di final Liga Champions 2025-2026 setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat skor 2-1.
Kembali ke Allianz Arena membawa kenangan manis bagi pelatih PSG, Luis Enrique. Stadion ini merupakan lokasi saat dirinya membawa PSG mengangkat trofi Liga Champions musim 2024-2025 usai mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0.
"Pertama dan terpenting, selalu ada banyak kenangan indah saat kami tiba di sini. Kami tidak akan pernah lupa bahwa kami memenangkan Liga Champions pertama kami di stadion ini," kata Enrique dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Spanyol tersebut menilai atmosfer stadion akan sangat menantang bagi anak asuhnya. Namun, ia meyakini bahwa dukungan penuh dari para penggemar akan terus mengalir selama pertandingan berlangsung.
"Ini adalah stadion yang fantastis, dan merupakan tantangan bagi kami untuk lolos. Tidak akan ada pemain atau pendukung PSG yang akan berhenti bermain atau bernyanyi," tutur Enrique.
Ambisi Menuju Final Kedua
Meskipun memiliki kenangan indah, Enrique menegaskan bahwa fokus utama tim adalah meraih hasil maksimal untuk melaju ke final. Ia tidak ingin para pemainnya terlena dengan kemenangan telak pada tahun sebelumnya di lokasi yang sama.
"Saatnya telah tiba untuk memberikan lebih banyak lagi agar bisa lolos ke final kedua. Penting untuk menunjukkan dan mengetahui mengapa kami berada di sini," ujar mantan juru taktik Barcelona tersebut.
Enrique juga memberikan peringatan keras kepada skuad PSG mengenai tipisnya jarak skor saat ini. Baginya, keunggulan satu gol di level kompetisi tertinggi Eropa belum memberikan jaminan keamanan apa pun.
"Saat memainkan pertandingan seperti ini, melawan lawan seperti ini, yang tanpa diragukan lagi adalah tim terkuat yang pernah kami hadapi, hal pertama yang ingin saya sampaikan kepada para pemain adalah bahwa kami memiliki keunggulan satu gol, tetapi itu bukan apa-apa dalam sepak bola," ucapnya.
Belajar dari Pengalaman Musim Lalu
PSG mengeklaim telah memetik pelajaran berharga dari kampanye mereka pada musim sebelumnya. Enrique menyatakan kesiapan timnya untuk tampil lebih kompetitif demi memberikan kebahagiaan bagi para suporter setia.
"Kami memiliki pengalaman dari tahun lalu. Kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi para pendukung kami," lanjut Enrique.
Pelatih tersebut juga secara terbuka mengakui kualitas permainan yang ditunjukkan oleh Bayern Muenchen selama ini. Ketangguhan lawan justru dijadikan sebagai motivasi tambahan bagi Les Parisiens untuk meningkatkan level permainan mereka.
"Kami akan bermain dengan tujuan untuk menjadi lebih kompetitif dari sebelumnya. Kami mengagumi Bayern, tetapi kekaguman itu mendorong kami untuk menjadi lebih baik. Kami akan berusaha untuk mengalahkan tim yang memainkan sepak bola sensasional," kata Enrique.